Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kamu harus tahu Sejarah Sunan Gresik Lengkap

Daftar Isi [Tampil]

Aldanpost.com - Makam Maulana Ibrahim atau sering disebut dengan Sunan Gresik tidak pernah sepi dari peziarah. Disebutkan pula bahwa makam ini menjadi petunjuk tentang penyebaran Islam di Kerajaan Majapahit dan sekitarnya. Namun, selalu saja ada pertentangan tentang sejarah Sunan Gresik lengkap. Apalagi sejak adanya film dokumenter "Jejak Khilafah Di Nusantara", makam ini menjadi salah satu perbincangan.

Konon Sunan Gresik dikatakan sebagai orang pertama kali menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Bahkan dia dianggap sebagai wali senior dan menjadi guru para wali songo. Bahkan nama wali songo merupakan nama yang didirikan oleh Sunan Gresik dari sebuah majelis dakwah. Berikut akan dipaparkan sejarah Sunan Gresik lengkap mulai dari asal usulnya sampai beliau wafat.

sejarah Sunan Gresik lengkap

Asal Usul Sunan Gresik

Di dalam buku Sejarah Islam Nusantara, nama asli Sunan Gresik adalah Maulana Malik Ibrahim atau sering disebut Maulana Maghribi. Beliau merupakan keturunan Arab yang melakukan perjalanan ke Nusantara untuk menyebarkan agama Islam. Sejarah Sunan Gresik lengkap menyatakan bahwa beliau lahir di Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah abad ke 14.

Sunan Gresik pertama kali tiba di Champa yang sekarang bernama Vietnam pada tahun 1404 dan meninggal di Gresik tahun 1419. Dan tiba di Tanah Jawa, tepatnya di Desa Sembalo, Manyar, Kabupaten Gresik. Kemudian menetap di sana untuk menyebarkan agama Islam.

Dikatakan bahwa Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim memiliki ayah  yang bernama Barakat Zainul Alam yang merupakan ulama besar dari Maghrib Afrika Utara. Dari sinilah diketahui asal usul kenapa memiliki julukan syech Magribi, alasannya merujuk pada kampung halaman Maulana Malik Ibrahim. Namun orang Jawa sering menyebutnya Asmorokondi.

Sebelum menetap di Jawa, Maulana Ibrahim sudah tinggal di Champa selama 13 tahun. Selama itu, beliau menikahi seorang putri raja di sana dan memiliki dua orang putra. Ketika ingin melanjutkan dakwah ke Tanah Jawa,  Maulana Ibrahim meninggalkan keluarganya.

Keturunan Sunan Gresik

Garis keturunan Maulana Ibrahim dengan Rasulullah SAW sangat dekat. Beliau merupakan keturunan yang ke 22 dari Sayyidah Fatimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib. Garis keturunannya dimulai dari Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al Baqir, Ja'far Al Shadiq, Ali Al Uraidhi, Muhammad Al Naqib, Isa Al Rumi, Ahmad Al Muhajir.

Dilanjutkan dengan Ibaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus shaumh, Alwi Al Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi Al.Faqih, Abdul Malik, Abdullah khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaludin Akbar Al Husain, dan Maulana Malik Ibrahim.

Ketika berada di Campa selam 13 tahun, Maulana Ibrahim menikahi seorang putri raja dan memiliki dua orang putra yang bernama Raden Rachmat dan Syech Ali Murtadha. Ketika sudah besar, kedua putra tersebut mengikuti jejak ayahnya untuk menyebarkan Islam di Jawa.

Sejak kecil, Maulana Malik Ibrahim merupakan anak yang cerdas, alim, dan berwatak mulia. Setelah mendapatkan bimbingan dari ayahnya, beliau diperintahkan untuk menyebarkan agama Islam atau berdakwah ke Tanah Jawa. Pertama kali ke Tanah Jawa, beliau ditemani oleh beberapa temannya di Desa Sembalo yang sekarang berubah nama menjadi Leran.

Metode  Berdakwah

Ketika tiba pertama kali di Jawa, Maulana Ibrahim tidak serta merta langsung melakukan dakwah. Beliau langsung berkeliling kota untuk mengenal karakter budaya masyarakat.  Metode yang dilakukan oleh Sunan Gresik untuk berdakwah adalah melalui budaya.

Sejarah Sunan Gresik lengkap menyatakan bahwa Sunan Gresik melakukan pendekatan dengan mengajarkan masyarakat bercocok tanam dan bertani dengan cara terbaru. Selain itu mengandalkan jaringan perdagangan yang bermaksud untuk memperkaya petani. Caranya dengan menolong masyarakat pada waktu itu yang terkena dampak dari perang saudara di Kerajaan Majapahit.

Aktivitas yang dilakukan sehari-hari untuk menarik perhatian masyarakat adalah membuka toko. Maulana Malik Ibrahim membuka toko untuk mengenalkan barang bawaannya. Selain itu, tokonya juga menyediakan bahan makanan pokok dengan harga yang murah.

Dalam cerita turun temurun, ada yang mengatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim juga sering disebut kakek bantal. Dalam misinya, beliau berhasil mengambil hati di tengah-tengah masyarakat yang sedang resah karena pertarungan saudara.

Bukan hanya itu saja, Maulana Malik Ibrahim juga sering memberikan pengobatan gratis. Diceritakan bahwa beliau pernah diundang untuk mengobati istri raja. Ada yang mengatakan bahwa istri raja tersebut masih memiliki hubungan kerabat dengan istrinya.

Untuk pertama kalinya ketika penyebaran agama Islam, yang dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim adalah mendirikan masjid. Masjid tersebut dibangun di Desa Pasucinan, Manyar.

Perjuangan Sunan Gresik

Ketika berdakwah di Pulau Jawa, beliau bukan hanya berhadapan dengan masyarakat yang beragama Hindu saja. Namun ada beberapa masyarakat yang tidak memiliki agama dan beraliran sesat. Bukan hanya itu saja, Maulana Malik Ibrahim juga berhadapan dengan orang-orang Islam yang mencampurkan kegiatan keagamaan dengan kegiatan musyrik.

Cara yang dilakukan untuk meluruskan bukan secara langsung menentang kepercayaan masyarakat kala itu. Yang dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim adalah pendekatan dengan cara yang halus yang bisa diterima oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga menunjukkan keindahan dan akhlak Islami yang sesuai dengan ajaran Nabi.

Di dalam sejarah Sunan Gresik lengkap menyatakan bahwa beliau termasuk orang yang suka menolong fakir miskin. Selain itu, Maulana Malik Ibrahim juga dihormati oleh para sultan dan pangeran. Hal itu membuktikan bahwa beliau memiliki kepribadian yang hebat dan bagus.

Berdasarkan sejarah, Maulana Malik Ibrahim merupakan ahli pengobatan dan ahli pertanian. Sejak tinggal di daerah Gresik, hasil pertaniannya semakin meningkat pesat. Selain itu, banyak masyarakat yang berobat yang diberi pengobatan memakai daun-daunan berkhasiat.

Maulana Malik Ibrahim terkenal akan sifatnya yang ramah, lemah lembut, serta welas asih kepada semua orang tanpa terkecuali. Baik sesama muslim atau non muslim. Sehingga membuat beliau terkenal sebagai tokoh masyarakat yang dihormati dan disegani.

Wafatnya Sunan Gresik

Setelah selesai membangun pondokan tempat belajar agama Islam di Leran. Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419. Makamnya terletak di Desa Gapura, Gresik, Jawa Timur. Hingga saat ini, makam tersebut selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang berasal dari berbagai daerah.

Kompleks makamnya memang tidak terlalu luas. Terdiri atas dua bagian utama, yaitu makam Sunan Gresik yang berbentuk pendopo dan makam para ulama lainnya. Letak makamnya tidak terlalu jauh dengan alun-alun kota dengan akses jalannya tidak terlalu sulit.

Itulah sejarah Sunan Gresik lengkap mulai dari awal sampai akhir beliau wafat. Banyak yang bisa kita ambil dari cerita di atas dalam menyebarkan agama Islam. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim bisa merangkul dan berbaik hati kepada setiap masyarakat baik sesama muslim atau non muslim. Bahkan bisa berbaur dengan kalangan bawah sampai kalangan kelas atas.

Posting Komentar untuk "Kamu harus tahu Sejarah Sunan Gresik Lengkap"

Berlangganan via Email