Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Makam dan Masjid Sejarah Sunan Kuning Tulungagung

Daftar Isi [Tampil]

Aldanpost.com - Sunan Kuning merupakan tokoh Islam di Tulungagung, yang letaknya di desa Macanbang. Yang merupakan salah satu objek wisata sejarah Islam.

sejarah Desa Macanbang

Desa Macanbang ini merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung yaitu Provinsi Jawa Timur. selanjutnya Desa macanbang ini merupakan salah satu desa yang memiliki sejarah dan juga latar belakang dari karakter dan ciri khas tertentu dari suatu daerah. sejarah dari desa tersebut sering kali tertuang dalam cerita dongeng yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu.

Sejarah Sunan Kuning Tulungagung
Sejarah Sunan Kuning Tulungagung

Sehingga sangat sulit sekali untuk dibuktikan secara fakta. Terkadang, cerita atau legenda tersebut dihubungkan dengan mitos tempat tertentu yang sering kali dianggap keramat. dalam hal ini desa macanbang memiliki identitas tersendiri dari desa lain yang telah dituangkan dalam sebuah Legenda.

Hal tersebutlah yang menyebabkan banyaknya sumber cerita yang sampai kini dipercaya dan dijadikan pedoman sebagai tempat keramat orang terdahulu di desa Macanbang. Dari berbagai macam sejarah Sunan Kuning Tulungagung telah mengangkat salah satu cerita yang mungkin banyak dipercayai oleh sebagian besar orang sebagai dasar disebutnya desa alas Semampir. Cerita ini cukup sangat melegenda dari sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Dan juga tersebar luas di seluruh dusun yang ada di wilayah Desa Macanbang bahkan juga menjangkau wilayah dari luar kota. Legenda dari Desa Semampir menjadi Desa Macanbang ini dimulai Ketika saat itu di desa ini orangnya masih banyak yang percaya dan yakin akan hal-hal yang berbau mistis atau takhayul. Sehingga peradaban orang-orang belum mengenal agama secara keseluruhan.

Dalam sejarahSunan Kuning Tulungagungbahkan orang-orang yang hidup di desa tersebut masih mengandalkan hal yang bersifat mistis. Misalnya saja dalam menjaga kewibawaan diri, banyak dari beberapa orang yang datang ke tempat pemujaan untuk meminta berkah dan juga untuk mengalahkan lawan-lawan mereka ketika sedang ada  suatu pertarungan.

Selain itu juga terdapat warga atau masyarakat yang memilikihajat, membawa nasi tumpeng untuk digunakan dalam meminta berkah ataukeselamatan kepada Tuhan ke masjid. Menuju Punden serta mengirimkan doa-doa berupa toyibah dan tahlil agar hajatan tersebut diberi Barokah.

Jika zaman purbakala 475M. yang tepatnya pada tahun 1478 sampai dengan 1550 saat itu kerajaan Demak lamanya  42 tahun. Sejarah Sunan Kuning Tulungagung merupakan sosok tokoh Islam. Yang saat ini makamnya masih sering menjadi tempat wisata religi. Makam Sunan Kuning yang tepat berada di daerah desa Macanbang, Kecamatan Gondang.

Sebelum Anda memasuki area pemakaman anda akan memasuki pintu gerbang yang berwarna putih. Untuk lokasi area makam dan juga Masjid Sunan Kuning sendiri ini dikelilingi oleh pagar batu bata kuno dengan tinggi 1,5 M dengan panjang 5,5 m dan juga lebarnya 45 m.

Sebelum Anda memasuki makam, anda akan menjumpai pintu kayu yang tingginya 1 M sehingga ketika masuk anda perlu untuk menjongkok. Bukan hanya SejarahSunan Kuning Tulungagungsaja, namun ketika Anda memasuki makam Sunan Kuning terdapat 3 makam yang berada di sebelahnya pada bagian selatan terdapat 7 buah makam lagi. Dan sedangkan makam Sunan Kuning ini sendiri diberi penyekat yang tertutup dengan kain putih (mori).

Pada bagian Selatan cungkup makam Sunan Kuning yang dibatasi dengan menggunakan tembok kebal. Terdapat pula makam-makam kerabat dan juga keturunan dari keluarga Mbah sangidin. Nyatanya, bahwa Kompleks Masjid dan juga makan merupakan kesatuan hakikat dari proses perjalanan religi sosok tokoh Islam.

Sunan Kuning Tradisi Tutur Lisan

Menurut legenda dan tradisi sejarahSunan Kuning Tulungagung, tulisan ini sangat dipercayai oleh masyarakat sekitar yang hal ini diceritakan oleh juru kunci masjid dan juga makam Sunan Kuning di desa macanbang. jika dahulu kala ada seorang wali yang sangat Sakti mandraguna. Beliau yaitu Sunan Kuning, dan Sunan Kuning pula merupakan penyebar agama Islam.

Oleh karena itu, beliau berkelana dengan Tanpa Tujuan yang pasti beliau hanya memiliki tekad yang sangat bulat dalam mengajarkan agama Islam Kepada seluruh masyarakat. Dan Pada suatu hari, Sunan Kuning singgah yang di mana nama asli yaitu Zainal Abidin di sebuah alas.

Menurut sejarahSunan Kuning Tulungagung hutan tersebut bernama hutan Semampir. Dan di tempat itulah beliau bertemu dengan seorang dari udowo yang tidak lain yaitu legenda udowo yang memiliki kesaktian Yaitu dapat merubah wujud menjadi seekor macan. dalam pertemuannya tersebut terjadilah adu kesaktian antara Zainal Abidin atau Sunan Kuning dengan Udowo yang ketika itu sedang merubah wujudnya menjadi seekor macan.

Lalu udowo yang ketika menjadi kalah lalu sang macan itu memutuskan untuk mengabdi kepada Sunan Kuning. Lalu udowo tersebut mengikuti kemanapun Sunan Kuning pergi dan apapun ucapkan oleh sunan kuning udowo turuti. dan sehingga kini makan tersebut menjadi anak buah dari Sunan Kuning. Dari Sekian lamanya sang macan mengikuti Sunan Kuning, hingga pada akhirnya sang macan ingin meminta minuman yaitu arak.

Lalu diberikannya dua buah mangkok arah oleh sunan kuning, yang satunya diberi kepada macam tersebut, dan satunya juga diberi untuk dirinya sendiri. Karena raga dan jiwa beliau yang suci  akan benda-benda yang berbau haram tersebut. Dalam sejarah Sunan Kuning Tulungagung, akhirnya setelah beliau meminum arak tersebut beliau meninggal dunia.

Akan tetapi, sebelum beliau meninggal dunia Sunan Kuning sempat berkata kepada sang macan bahwa wujudnya hanyalah manusia namun jiwanya tetap seperti macan.

Penemuan Masjid dan Makam yang Ditemukan oleh Mbah Sangidin

Perlu untuk anda lebih tahu bahwasanya yang pertama kali menemukan atau menjumpai keberadaan makam Sunan Kuning dan masjid tersebut yaitu Mbah Sangidin. yang tak lain dan tak bukan an beliau merupakan murid dari santri Kyai Ageng Muhammad Besari yaitu dari Tegalsari Ponorogo. Ketika itu Mbah sang Idin melakukan misi keagamaan di daerah brang Wetan.

Makam dari Sunan Kuning tersebut tidak hanya Mbah Sangidin saja, namun juga terdapat 3 orang temannya.  Wido Muhammad, Barat Ketigo, dan juga  Alang Kemitir. Maka dari itu, dengan adanya Mbah Sangidin ini sebagai pembabat alas. Beliau juga menemukan makam dan juga masjid. Mbah Sangidin ini juga merasa menerima petunjuk kepada makam yang terdapat di sebelah barat masjid tersebut yang memiliki sebutan Sunan Kuning.

Keluarga dan keturunan dari Mbah sangidin ini menjadi juru kunci dan didapatkannya secara turun-temurun. Nilai yang terpenting dari adanya masjid dan makam tersebut menentukan dalam pemberian sebuah pelajaran bagi generasi di masa depan. Contoh tokoh penyebar Islam senantiasa memiliki keagungan. Dan kini, situs bersejarah Islam tersebut menjadi suatu objek wisata religi bagi masyarakat yang ingin berkunjung.

Itulah sejarahSunan Kuning Tulungagung semoga ulasan ini bermanfaat. Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Makam dan Masjid Sejarah Sunan Kuning Tulungagung"

Berlangganan via Email