Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenang Masa Hidup Dan Sejarah Sunan Kali Jogo

Daftar Isi [Tampil]

Mengenang Masa Hidup Dan Sejarah Sunan Kali Jogo - Sunan Kali Jogo merupakan salah satu nama sunan yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Kiprahnya dalam menyiarkan agama tersebut sangat populer dan telah banyak dibukukan oleh sejarawan dan seniman. Kisah hidup yang beliau jalani memang sangat memukau dan bermakna. Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari setiap kisah hidup yang dijalani beliau tersebut sehingga dapat dijadikan teladan dalam menjalani hidup kita.

Akan sangat baik jika kisah hidupnya kita jadikan inspirasi dan mengikuti pesan moral terdapat di dalamnya. Selain itu, Sunan Kali Jogo ini merupakan seniman populer Indonesia yang karyanya sudah sangat populer. Telah banyak karya seperti gamelan dan tembang yang dihasilkan. Pengajaran tersebut juga diajarkan pada sekolah hingga kini. Hal tersebut juga yang membuat kisahnya semakin menarik untuk dibahas. Berikut merupakan ulasan sejarah beserta perjalanan hidup dari Sunan Kali Jogo.

Sejarah Sunan Kali Jogo
Sejarah Sunan Kali Jogo


Mengenang Masa Hidup Dan Sejarah Sunan kali Jogo

Riwayat Kelahiran Sunan Kali Jogo

Sejarah Sunan Kali Jogo terlahir dari keluarga yang cukup memiliki pengaruh dalam masyarakat pada saat itu. Ayahnya merupakan seorang adipati dari Tuban ke 8 yang bernama Raden Ahmad Sahuri yang juga dikenal dengan nama Tumenggung Wilwatikta dan Ibunya bernama Dewi Nawangarum yang merupakan putri dari Abdurrahim Al-Magribi atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Kidang Talangkas. Hal tersebut pula yang turut memberikan pengaruh dalam kehidupan Sunan Kali Jogo.

Sunan Kali Jogo memiliki nama lahir Bendara Raden Mas Said yang lahir di wilayah Tuban tahun 1450 M. Pada tahun itu, wilayah tuban masih dalam penguasaan kerajaan Majapahit. Yang artinya pada masa kelahiran Sunan Kali Jaga ini sendiri Islam belum begitu populer di wilayah nusantara. Agama dominan yang dianut oleh masyarakat saat itu adalah agama Hindu dan Budha. Di mana penerapan kasta sangat ketara dalam masa ini dan tidak dapat diganggu gugat. Sehingga kesenjangan sosial sangat terlihat jelas.

Sunan Kali Jogo memiliki beberapa nama lain yang disematkan oleh masyarakat dan tokoh tertentu. Nama lain tersebut yang pertama adalah lokajaya, yang juga dikenal dalam pelajaran sejarah di sekolah formil, Syekh Malaya, Susuhunan Tuban karena menjadi sunan yang memiliki daerah asal di Tuban, dan nama terakhir lainnya adalah Raden Abdurrahman. Meski begitu, menurut sejarah Sunan Kali Jogo sangat dihormati oleh masyarakat dari berbagai golongan.

Pernikahan Sunan Kali Jogo

Terdapat cerita yang menyebutkan bahwa Sunan Kali Jogo memiliki seorang istri yang bernama Dewi Saroh yang merupakan putri dari Maulana Ishak. Istri dari Sunan Kali Jogo ini sendiri merupakan saudara dari Sunan Giri sendiri. Selama pernikahan tersebut Sunan Kali Jogo dikaruniai dengan satu putra dan dua putri. Secara berurutan mereka memiliki nama Raden Umar Said yang merupakan nama lain dari Sunan Muria, sedangkan kedua putrinya bernama Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.

Perjalanan Dakwah Sunan Kali Jogo

Menurut sejarah Sunan Kali Jogo dahulunya merupakan seorang perampok sebelum menjadi anggota dari Walisongo. Namun, pada dasarnya Raden Mas Said memiliki hati yang baik. Tujuannya merampok sendiri adalah untuk menolong mereka yang berkekurangan bukanlah untuk bersenang-senang. Mengingat pada masa itu kesenjangan sosial yang terjadi di antara setiap golongan masyarakat sangat terlihat. Maka pada usia muda tersebut, beliau berpikir cara tersebutlah yang paling tepat.

Namun, meski niat yang dimiliki baik, cara yang dipilih untuk menjalankan niat baik tersebut salah. Merebut harta orang lain secara paksa merupakan sikap yang salah dan dapat mengecewakan dan menimbulkan rasa sakit hati kepada orang lain secara langsung. Hal tersebut terus berjalan hingga suatu ketika Raden Mas Said berada di hutan beliau bertemu dengan kakek tua yang bertongkat. Tidak lain jika kakek tersebut sebenarnya merupakan Sunan Bonang.

Raden Mas Said melihat tongkat yang dipegang Sunan Bonang adalah tongkat emas. Sehingga beliau merampas tongkat tersebut. Namun, ketika telah direbut tongkat tersebut berubah menjadi kayu biasa. Hal ini memancing rasa penasaran Raden Mas Said. Lantas, Sunan Bonang menanyakan alasan dari Raden Mas Said. Dan kemudian menjelaskan alasannya secara gamblang. Kemudian Sunan Bonang tidak membenarkan cara tersebut. Dan hal ini menjadi awal dari perjalanan menjadi sejarah Sunan Kali Jogo.

Sunan Bonang memberikan nasihat kepada Sunan Kali Jogo, dan nasihat tersebut mampu mengena di hati Sunan Kali Jogo. Hal tersebut juga yang membuatnya menjadi murid dari Sunan Bonang. Dan mengejar Sunan Bonang hingga ke tepi sungai. Sesampainya disana Raden Mas Said mengutarakan maksudnya tersebut. Kemudian Sunan Bonang meminta Raden Mas Said untuk menjaga tongkat yang ditancapkan di tepi sungai dan tidak boleh beranjak sebelum Sunan Bonang kembali ke tempat tersebut.

Karena rasa ingin yang sangat tinggi dan kepercayaan yang luar biasa maka Raden Mas Said melaksanakan perintah dari Sunan Bonang tersebut. Hingga tanpa disadari akar dan rerumputan mulai tumbuh di sekitar Raden Mas Said, bahkan hingga menjalar ketubuhnya tanpa disadari. Hal tersebut berlangsung cukup lama hingga berjalan selama tiga tahun dan Sunang Bonang baru kembali. Tanpa adanya ketaatan yang luar biasa tentu sejarah Sunan Kali Jogo tersebut tidak akan terjadi.

Sesampainya di tepat Sunan Bonang Menancapkan tongkatnya tiga tahun silam, beliau membangunkan Radin Mas Said. Dan kemudian beliau memulai memberikan pengajaran agama dan memberikan nama kepada Raden Mas Said berupa Sunan Kali Jogo. Namun, terdapat beberapa orang yang meragukan hal ini. Dikarenakan hal ini tidak masuk akal jika dibicarakan secara logika. Dan terdapat orang yang menganggap jika bertentangan dengan ilmu syariat bagi para sejarawan dan ulama dengan paham salaf.

Namun, di luar semua itu dalam sejarah Sunan Kali Jogo melakukan metode dakwah yang sangat menarik dengan memasukan unsur seni di dalamnya. Sunan Kali Jogo berusaha menyatukan kebudayaan yang berlangsung saat itu tanpa melawan syariat Islam. Beliau berpendapat jika harus mendekati masyarakat secara bertahap untuk dapat mempengaruhi dan memasukan ajaran Islam secara perlahan. Dan ternyata cara tersebut ternyata berhasil dan berjalan dengan sangat efektif.

Meninggalnya Sunan Kali Jogo

Tanggal dan bulan yang tepat dari meninggalnya dari Sunan Kali Jogo tidak diketahui secara pasti. Namun, telah diketahui bersama apabila Sunan Kali Jogo dimakamkan di Desa Kadilanggu, di dekat kota Demak. Makam ini sangat populer dan setiap tahunnya memiliki ribuan pengunjung yang memang memiliki niat khusus untuk menziarahinya.

Pengajaran yang diberikan oleh Sunan Kali Jogo memang sangat luar biasa. Banyak karya populer yang syarat akan pesan moral dibuat oleh Sunan Kali Jogo. Salah satu yang paling populer dan dinobatan sebagai lagu daerah yaitu gundul-gundul pacul dan lir-ilir. Sejarah Sunan Kali Jogoselama masa hidupnya juga terbilang sangat luar biasa. Ajarannya yang sangat efektif uga berhasil mempengaruhi banyak masyarakat dari berbagai kalangan.

Posting Komentar untuk "Mengenang Masa Hidup Dan Sejarah Sunan Kali Jogo"

Berlangganan via Email