Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peninggalan Sunan Kalijaga, Dari Keris Sampai Rompi

Daftar Isi [Tampil]

Aldanpost.com - Peninggalan Sunan Kalijaga menjadi salah satu hal menarik yang banyak dicari tahu oleh orang-orang. Hal itu wajar saja karena Sunan Kalijaga termasuk salah satu tokoh yang kisahnya memang banyak diceritakan dalam sejarah. Apalagi, kisah ketika ia sedang menjalankan tugas sebagai pendakwah dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara, terkhusus di pulau Jawa.

Besarnya peran Sunan Kalijaga terhadap suksesnya penyebaran agama Islam tentu membuatnya banyak dikagumi bahkan hingga saat ini. Tentu saja masyarakat tidak akan dengan mudahnya melupakan salah satu tokoh Walisongo ini. Bahkan, segala hal yang berkaitan dengannya selalu menjadi topik pembahasan yang menarik, tak terkecuali mengenai sejarah Sunan Kalijaga dan peninggalannya. Hal itu masih selalu mengundang penasaran dari banyak orang.

peninggalan sunan kalijaga

Benda Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga

Hidup sekitar lebih dari 100 tahun,  benda-benda pusaka peninggalan Sunan Kalijaga di antaranya adalah:

Tongkat Kalimasada

Dalam proses pengembaraannya, Sunan Kalijaga tidak pernah lepas dari sebuah tongkat. Menurut cerita, dari tongkat berwarna hitam ini Sunan Kalijaga banyak mengalami kejadian-kejadian ajaib di luar akal sehat manusia. Misalnya saja salah satu peristiwa ketika tongkat tersebut ditancapkan ke tanah. Siapa sangka, tiba-tiba saja tercipta mata air bahkan api dari dalam tanah tersebut.

Tongkat ini menjadi salah satu peninggalan Sunan Kalijaga yang dipercaya memiliki kesaktian. Konon, pembuatan tongkat ajaib ini menggunakan kayu Kalimasada, yaitu salah satu pohon kayu asal Jepara Jawa Tengah. Oleh karena itu jugalah, tongkat ini akhirnya diberi nama tongkat Kalimasada.

Keris Kyai Carubuk

Dikenal dengan nama Kyai Carubuk, benda pusaka yang satu ini ternyata hanya dibuat dari biji besi. Bahkan, ukuran besinya terbilang sangat kecil hanya sebesar biji salak saja. Namun, berkat keterampilan yang dimiliki Mpu Supa Mandagri akhirnya pembuatan keris ini dapat selesai dengan baik. Hal itu tidak mengherankan karena sahabat Sunan Kalijaga itu memang merupakan salah satu pandai besi yang masyhur dari Kerajaan Majapahit.

Menariknya, sama seperti tongkat Kalimasada, keris peninggalan Sunan Kalijaga ini juga dipercaya memiliki kesaktian. Hal itu terbukti ketika terjadi pemberontakan di Mataram. Berkat keris ini, Sunan Kalijaga akhirnya berhasil melawan keris Setan Kober milik Arya Penangsang yang juga terkenal dengan kesaktiannya. Konon, keris sakti ini masih tersimpan dan dijaga dengan baik oleh keturunan Sunan Kalijaga yang ada di Demak.

Rompi Ontokusumo

Peninggalan Sunan Kalijaga berupa kain dalam bentuk rompi ini konon merupakan warisan peninggalan Rasulullah yang akhirnya sampai ke Sunan Kalijaga. Menurut cerita, rompi ini diperoleh Sunan Kalijaga setelah ia menyelesaikan bacaan al-Qur’an bersama para wali lainnya di Masjid Agung Demak. Secara tiba-tiba pada malam jum’at itu ia memperoleh surat yang berisi pernyataan bahwa ia mendapat hadiah rompi peninggalan Rasulullah.

Ajaibnya, rompi yang terbuat dari kulit kambing itu juga memiliki kesaktian. Terbukti ketika menggunakan rompi tersebut, Sunan Kalijaga berhasil mengalahkan Nyi Roro Kidul, sang Ratu Pantai Selatan. Sampai sekarang, benda pusaka peninggalan Sunan Kalijaga ini masih tersimpan rapi di Kadilangu Demak. Tiap hari raya Idul Adha, masyarakat melakukan upacara ritual bernama Jamasan untuk membersihkan benda pusaka ini.

Batu Bobot

Peninggalan Sunan Kalijaga berikutnya adalah sebuah batu. Tentu saja batu ini memiliki perbedaan dibandingkan batu pada umumnya. Ya, hal yang aneh adalah batu yang terletak di Grobogan Jawa Tengah ini memiliki bobot yang sangat berat. Hal itulah yang akhirnya menjadi alasan pemiliknya untuk meninggalkan batu tersebut.

Pada akhirnya, benda pusaka yang satu inilah yang menjadi landasan Mpu Supa Mandagri ketika membuat keris Kyai Carubuk. Menariknya, karena memiliki keganjilan, akhirnya sejumlah mitos pun bertebaran mengenai batu bobot ini. Salah satunya mengenai seseorang yang mampu mengangkat batu bobot dalam posisi duduk. Jika ada yang berhasil melakukannya, maka diyakini bahwa segala harapan orang tersebut akan terwujud.

Sumur Jalatunda

Terletak di Kadilangu Demak yang jaraknya masih terbilang dekat dengan lokasi pemakaman Sunan Kalijaga terdapat sebuah sumur. Peninggalan Sunan Kalijaga ini dinamakan sumur Jalatunda atau biasa juga disebut sebagai Zamzam asal Demak. Hal tersebut karena air yang ada dalam sumur ini sangat jernih. Sumur Jalatunda merupakan bekas Sunan Kalijaga meninggalkan jala ketika mencari sumber air guna untuk berwudhu bagi para wali.

Air dalam sumur ini akan terlihat mendidih setiap kali Empu Supa menyepuhkan keris yang telah dibuatnya ke dalam sumur. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah bahwa sumur itu kini telah berubah warna airnya menjadi lebih keruh kuning. Hal itu kemungkinan disebabkan karena semakin banyaknya orang yang datang berziarah ke sana. Meski demikian, bagi sebagian orang, air sumur ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Api Abadi

Hakikatnya, api yang terkena air tentu akan padam bukan? Namun, hal itu sangat jauh berbeda dengan api yang satu ini. Peninggalan Sunan Kalijaga dalam wujud api ini tentu akan menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, api ini benar-benar tidak bisa padam meskipun sudah disiram dengan air yang banyak. Olehnya itu, api yang terletak di daerah Mrapen Jawa Tengah ini populer dengan sebutan api abadi.

Berdasarkan cerita, api tersebut muncul ketika Sunan Kalijaga menancapkan tongkat untuk mencari mata air. Namun, tanpa disangka, tidak ada air yang memancar. Akan tetapi, justru yang muncul adalah api dan sejak kemunculannya itu hingga kini api tersebut masih terus menyala. Berkat keunikan sekaligus keanehannya tersebut, maka api ini akhirnya digunakan pada pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara.

Masjid Peninggalan Sunan Kalijaga

Selain memiliki sejumlah benda pusaka yang masing-masing populer dengan kesaktiannya. Peninggalan lainnya dari Sunan Kalijaga adalah Masjid. Adapun salah satu Masjid peninggalan Sunan Kalijaga adalah Masjid Baiturohim yang terletak di Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Hal tersebut dibuktikan ketika salah seorang warga menuturkan bahwa Masjid Baiturohim merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Meski jika dilihat dari depan Masjid ini sudah tampak modern karena memang sudah mengalami renovasi. Namun, pada beberapa bagian masih tetap mempertahankan kesan kuno dan unsur klasiknya.

Hakikatnya, Masjid merupakan salah satu peninggalan Sunan Kalijaga yang berhubungan dengan kesenian, dalam hal ini seni bangunan (arsitektur). Selain Masjid, ternyata juga ada bale yang dinamakan Bale Panjang. Mengenai kebenarannya, Masjid dan Bale Panjang tersebut memang telah dipercaya sebagai peninggalan asli dari Sunan Kalijaga. Hal tersebut merujuk pada catatan sejarah dan cerita turun temurun dari para pendahulu.

Oleh karena itu, sekitar 2014 lalu masyarakat setempat rutin mengadakan pengajian akbar dan pawai taaruf di Bale Panjang. Kegiatan tersebut tidak pernah absen dilakukan setiap memasuki 1 Muharram. Tentu saja tujuannya agar keberadaan Bale Panjang tidak lagi disalahgunakan.

Demikian ulasan seputar peninggalan Sunan Kalijaga. Semoga informasi ini bermanfaat dan memperluas pengetahuan Anda, ya.

Posting Komentar untuk "Peninggalan Sunan Kalijaga, Dari Keris Sampai Rompi"

Berlangganan via Email