Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Riwayat Sejarah Sunan Prapen

Daftar Isi [Tampil]

Aldanpost.comRiwayat Sejarah Sunan Prapen -Sunan Prapen adalah  Raja Islam yang sangat terkenal di Masanya. Ia merupakan Rajam pendakwah yang juga sekaligus seorang pujangga besar yang menyebarkan ajarab islam.

Ia  penguasa keempat yang memerintah dalam kerajaan Giri Kedaton,  yang dalam Babad Gresik dikatakan berkuasa antara tahun 1548 sampai dengan 1605 M. Sunan Prapen adalah keturunan dari Sunan Giri. Kitab Asrardigubahnya dan lalu digunakan sebagai dasar menyusun Jangka jayabaya. kemudian, Sunan Prapen terkenal sebagai mpu atau pembuat keris. Hasil katyanya yang terkenal yaitu keris Angun-angun. 

Sejarah Sunan Prapen
Sejarah Sunan Prapen


Karomah Sunan Prapen

Giri Kedaton ketika dipimpin oleh Sunan prapen tidak hanya dikenal sebagai tempat belajar agama namun juga menjadi daerah yang mempunyai pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan politik.

Giri Kedaton diserang oleh Patih Maudara yang memang atas perintah Prabu Brawijaya V, karena pimpinannya yaitu Sunan Prapen tidak mau menyatakan takluk kepada Majapahit.

Kemudian ribuan pasukan Majapahit pimpinan Patih Maudara yang menyerang Giri Kedaton mampu menguasai hampir sebagian wilayah Giri Kedaton, dan menyerang para santri yang ada. Kawasan Giri dibakar semuanya, Giri Kedaton bagaikan lautan api. Harta benda dijarah, kaum wanitanya diperkosa.

Sunan Prapen dan pengikutnya mundur ke makam Sunan Giri. Di Kompleks Makam tersebut Sunan Prapen berdoa kepada Tuhan. Selesai berdoa Ia, memerintahkan juru kunci membuka pintu kayu jati di kompleks makam, lalu ribuan tawon atau lebah beracun keluar dari situ

Ribuan tawon berterbangan  menuju majapahit dan menyerang pasukan Majapahit yang sedang bersenang-senang karena kemenangannya. Para prajurit Majapahit lari, badan mereka disengat lebah beracun, banyak korban yang tewas. Keadaan semakin kacau maka, sebagian prajurit lebih baik pergi mencari selamat sendiri, lari masuk menuju hutan.

Lebah beracun ilangsung menyerang ke dalam istana, geger seluruh penghuni yang ada di dalamnya. Hingga Prabu Brawijaya V, lalu menengadahkan tangannya ke langit, dan bersumpah, tidak akan mengganggu para santri dan Sunan Prapen lagi. akhirnya semua lebah beracun, balik arah pergi melesat ke udara, dan terbang ke arah barat laut. Akhirnya Brawijaya V mengizinkan Giri Kedaton menjadi daerah bebas di luar kekuasaannya.

Sunan Prapen beserta Sunan Kalijaga kemudian memberikan restu kepada Raden Patah untuk berkuasa di Demak Bintoro menggantikan kekuasaan Majapahit. Sunan Prapenlah yang  melantik Hadiwijaya (Jaka Tingkir) menjadi sultan di Pajang menggantikan kekuasaan Kesultanan Demak Bintoro di tanah Jawa. Panembahan Senopati juga direstuinya menjadi raja penguasa Tanah Jawa (Kesultanan Mataram) yang menggantikan kekuasaan Pajang.

Sunan Prapen berperan dalam mendamaikan peperangan antara Panembahan Senopati dengan Jayalengkara Bupati Surabaya di tahun 1588 yang disebabkan oleh penolakan para bupati Jawa Timur tersebut  dengan  Mataram.

Sehingga Sunan Prapen menjadi pelantik dan pemberi restu raja islam karena karomah dan kewibawaanya di Pulau Jawa yang menjadi kerajaan bawahan Mataram maupun sejumlah kesultanan di wilayah Indonesia Timur.

Sunan Prapen saat pelantikannya Raja Islam di wilayah Indonesia Timur seperti di Pulau Kalimantan, Lombok dan Maluku juga diberikan restu olehnya.

Bagaikan Paus yang memberikan restu kepada bawahannya, Ia melantik semua raja raja Islam. Oleh sebab itu pejabat VOC saat itu menyatakan kalau Sunan Prapen
Sunan Prapen juga seorang pujangga besar di masanya.

Sunan Prapen mampu merubah kitab Asrar  sebagai dasar menyusun Jangka Jayabaya. Sunan Prapen juga adalah mpu yaitu pembuat keris. Banyak keris yang dihasilkannya.

Di pemerintahannya Giri Kedaton sedang dalam kejayaan yaitu di tahun 1548–1605. Saat itu Giri Kedaton sebagai tempat memperdalam agama, dan juga sebagai “kerajaan” yang sangat kuat politik.


Sunan Prapen berperan menjadi pelantik Sultan Adiwijaya raja Pajang. Ia menjadi pendamai antara Adiwijaya dengan para bupati Jawa Timur tahun 1568. Dalam pertemuan itu, para bupati Jawa Timur mengaku setuju  akan kekuasaan Pajang sebagai kelanjutan Kesultanan Demak.

 

Prapen juga membantu perdamaian  perang antara Panembahan Senopati raja Mataram melawan Jayalengkara bupati Surabaya tahun 1588. Peperangan itu disebabkan karena para bupati Jawa Timur menolak akan kekuasaan Senopati yang telah menghancurkan Kesultanan Pajang.


Pulau Lombok yang terkenal sebagai pulau seribu masjid ternyata memiliki sejarah Islam yang cukup tua. Jurnal Keagamaan yang diterbitkan oleh Puslitbang Balitbang serta Diklat Kementerian Agama mengangakat sejarah Babad Lombok. Sunan Prapen juga sangat berperan di Lombok.

Babad menyatakan bahwa Sunan Prapen lah yang menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok, putra Susuhunan Ratu dari Giri, Gresik. Sunan Prapen mengajak penduduk Pulau Lombok memeluk agama islam melalui ekspedisi militer.

Usai berhasil mengislamkan Lombok, Sunan Prapen terus sinngah ke Pulau Sumbawa memperkenalkan Islam ke Taliwang, Seran, dan Bima. HJ de Graaf menceritakan bahwa kisah di Babad Lombok adalah benar, peristiwa terjadi pada pemerintahan Sunan Dalem di Giri, Gresik yaitu antara 1506-1545. Sesuai dengan Babad Lombok dan berita dari Duer te Barbosa, agama Islam di Tana Samawa datang dari Gresik sekitar 1518- 1545.

Walaupun begitu, tepatnya muncul pusat kekuasaan Islam (Kesultanan Samawa) belum bisa dipastikan. Lalu, ada sumber sejarah lain yang menyatakan Sultan Harunnurrasyid I yang memerintah 1674-1702 adalah raja/sultan pertama dari Dinasti Dewa Dalam Bawa.

Selama kepemimpinannya, sekiranya terdapat 15 sultan yang berkuasa di Kesultanan Samawa. Dimulai dari Sultan Harunnurrasyid I (1674-1702) hingga sultan ke-15 Muhammad Khairud din III. Pada struktur birokrasi kasultanan Samawa, kekuasaan tertinggi pemerintahan ada di sultan.
Sunan Prapen diangkat atas dasar turun-temurun dari dinasti Dewa Dalam Bawa oleh satu lembaga yang disebut Dewan Hadat atau Dewan Hadat Syara. Dalam bahasa Sumbawa, sultan disebut datu mutar. Rakyat memanggilnya dengan sebutan gelar dewa atau dewa mas samawa.

Gelar dewa sangat biasa dipakai  golongan ksatria dalam sistem kasta di Bali. Dalam Kidung Pamancangah dikatakan bahwa, Pasung Girih, Raja Bedahulu menjalankan ekspedisi ke Sambhawa yang pada waktu itu diperintah Dedelanatha. Selain itu, dari sumber yang sama dikatakan pernikahan cucu perempuan Mpu Kapakisan, seorang Brahmana dari Jawa dengan seorang dari Sambhawa.

Tahun 1605 M,  Sunan Prapen meninggal dunia. Makam Sunan Prapen ada di Desa Klangonan. Tepatnya di Kebomas sekitar 400 meter di sebelah barat Makam Sunan Giri, dengan mengusung cungkup berarsitektur unik dengan ukiran bernilai seni tinggi. Arsitekturnya Indah dan juga menawan. Selalu ramai didatangi peziarah untuk memohon berkah.

Demikianlah  tentang Riwayat Sejarah Sunan Prapen. Peninggalan Kesultanan Sumbawa masih dirawat hingga sekarang, dan menjadi situs bersejarah yang dilestarikan. Di Kota Sumbawa Besar, masih terdapat dengan megah sebuah bangunan bekas Istana Sultan Sumbawa yang disebut Dalem Loka (Istana Tua) atau disebut juga Bale Rea (Rumah Besar atau Rumah Raja). Dekat dari Dalem Loka, ada Makam Sampar, kompleks makam sultan-sultan Sumbawa dan keluarganya.

Posting Komentar untuk "Riwayat Sejarah Sunan Prapen"

Berlangganan via Email