Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sejarah Indonesia: Kalung Zamrud Khatulistiwa di Asia Tenggara

Daftar Isi [Tampil]

alhuda14.net - Sejarah Indonesia: Kalung Zamrud Khatulistiwa di Asia Tenggara. Indonesia sering disebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sebuah nama yang dengan tepat mewakili sekitar 17.000 pulau yang membentang lebih dari 5000 km (sekitar 3.200 mil) ke arah timur dari Sabang di Sumatera bagian utara hingga Merauke di Irian Jaya. Jika menempatkan peta Indonesia di atas salah satu Eropa, akan menemukan bahwa peta itu membentang dari Irlandia sampai Iran; dibandingkan dengan Amerika Serikat, itu mencakup wilayah dari California hingga Bermuda.

Ada delapan pulau besar atau kelompok pulau dalam rantai yang sangat besar ini. Daratan terluas terdiri dari Sumatera, Jawa, Kalimantan (Borneo), Sulawesi (Celebes) dan Irian Jaya (bagian barat Papua Nugini). Pulau-pulau kecil terbagi dalam dua kelompok utama: Maluku di timur laut, dan rangkaian Sunda kecil di timur Bali. Bali adalah pulau yang unik, yang karena beberapa alasan dapat dimasukkan ke dalam kelas tersendiri. simak juga tentang Pattimura 

sejarah Indonesia
sejarah Indonesia

Keadaan Fisik atau Kenampakan Pulau Indonesia

Pegunungan di Indonesia

Pencinta gunung akan menemukan banyak hal untuk dinikmati di Indonesia. Rantai gunung berapi besar, Bukit Barisan, membentang di seluruh Sumatera. Di Pantai Barat, gunung-gunung turun tiba-tiba ke laut, sementara di timur gunung-gunung itu berangsur-angsur turun ke dataran di pinggiran hutan bakau yang luas. Gunung berapi berbalut vegetasi juga meningkat secara dramatis dari laut di Banda, Ternate dan Makian. Gunung yang ada menjadi bagian sejarah Indonesia.

Banyak gunung berapi yang masih aktif, terus-menerus membara dan kadang-kadang meletus dengan hebat, meskipun stasiun geologi terus memantau gunung-gunung aktif dan memberi peringatan jika tidak aman untuk didaki. Gunung Merapi di Jawa Tengah adalah favorit para pendaki, meski termasuk salah satu yang teraktif di nusantara. Danau pegunungan juga berlimpah di kawah aktif dari banyak gunung berapi, yang paling terkenal adalah danau Toba di dataran tinggi utara Sumatera.

Danau Pegunungan

Danau pegunungan dalam sejarah Indonesia ini luasnya empat kali luas Singapura. Di Kalimantan, transportasi air mengangkut kargo dan penumpang ke sungai-sungai utama: Mahakam, Barito, Kahayan dan Kapuas. Pulau pegunungan Flores populer dengan danau vulkaniknya yang berbagai corak, yang diketahui bagaikan Keli Mutu. Ketiga danau itu terletak dalam kelompok yang bersebelahan serta berkisar dari merah tua sampai pirus.

Flora dan Fauna

Terletak di antara dua kelompok biogeografis yang berbeda - Asia dan Australia - flora dan fauna nusantara juga cukup unik. Spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di bumi telah berkembang biak di daerah tertentu, termasuk komodo yang terkenal di pulau dengan nama yang sama. Bunga langka juga berlimpah, termasuk anggrek eksotis, serangga yang tidak biasa, burung cendrawasih dan banyak rempah-rempah asli seperti cengkeh, kayu manis pala, bunga pala dan banyak lagi.

Pengaruh maritim

Berabad-abad sebelum mereka melakukan perjalanan panjang ke luar negeri, orang Cina mengandalkan pengiriman asing untuk impor mereka, dan pedagang asing dari jauh membutuhkan pangkalan yang aman di sejarah Indonesia sebelum berlayar ke Cina. Perdagangan lintas laut ini, yang dikira di Cina bagaikan perdagangan" anak sungai" dengan" pengikut barbar kaisar," sudah tumbuh sepanjang abad ke- 5 serta ke- 6 namun merana di paruh kedua abad ke- 6 bagaikan akibat dari perang kerabat di Cina yang mendahului kebangkitan dinasti Sui serta Tang.

Catatan Tiongkok untuk paruh awal abad ke- 7 mengatakan sebagian kerajaan pelabuhan kecil di daerah tersebut, paling utama di timur laut Sumatera, yang berpura- pura jadi pengikut Tiongkok. Seperti yang digambarkan oleh militansi penguasa dalam prasasti Melayu Kuno, bagaimanapun, para penguasa Palembang, yang mengharapkan kebangkitan perdagangan di dasar dinasti Tang yang baru, sangat mau memonopoli perdagangan Cina serta melenyapkan saingan mereka.

Mereka memanglah sukses menggapai tujuan mereka; saat sebelum I- ching meninggalkan Asia Tenggara pada tahun 695, dalam Sejarah Indonesia Sriwijaya sudah memahami Selat Malaka. Kekuatan berikutnya dari para penguasa tingkatan besar Sriwijaya tergantung pada persekutuan mereka dengan mereka yang mempunyai kapal perang. Fakta bahwa catatan Arab tidak menyebutkan perompakan di pulau-pulau di ujung selatan Selat Malaka menunjukkan bahwa penduduk pelaut pulau-pulau ini diidentifikasi dengan kepentingan para maharaja.

Oleh karena itu penduduk pulau menahan diri dari penganiayaan kapal dagang, dan mereka bekerja sama dalam mengendalikan pesaing potensial Sriwijaya di Sumatera utara. Para maharaja mempersembahkan kekayaan, jabatan kehormatan, serta— bagi prasasti— pahala supernatural kepada rakyatnya. Tetapi pengelompokan Melayu maritim di daerah yang terfragmentasi secara geografis ini cuma bertahan sepanjang entrepĂ´t Palembang makmur serta penguasanya menawarkan sumbangan yang lumayan buat menyatukan elemen- elemen tersebut.

Hadiahnya, bagaimanapun, bergantung pada kelangsungan sistem perdagangan anak sungai Tiongkok, yang memerlukan tempat usaha besar di sejarah Indonesia bagian barat. Sejarah dini Melayu setelah itu, pada tingkatan yang berarti, merupakan sejarah persekutuan Melayu- Tionghoa. Para maharaja diuntungkan dari perdagangan Cina, sedangkan para kaisar bisa membiarkan diri mereka sendiri kesombongan kalau maharaja merupakan agen kekaisaran yang bisa diandalkan.

Jangkauan tentu dari pengaruh teritorial penguasa Palembang tidak dikenal. Selat Bangka serta pulau- pulau lepas tepi laut di pintu masuk selatan Selat Malaka hendak sangat berarti untuk kekuatan maritim mereka. Bagi prasasti abad ke- 7, penguasa pula mempunyai pengaruh di Sumatera bagian selatan di Selat Sunda.  

Di tempat lain di pedalaman, termasuk lembah Sungai Batanghari, yang kemudian dikenal sebagai Malayu dalam sejarah Indonesia (bersama dengan daerah pedalaman Sumatera lainnya), kekuasaan mereka didapatkan dari aliansi yang dibentuk dari daerah pinggiran yang jauh dari pusat kota palembang.

Persatuan Melayu di bawah kepemimpinan para maharaja tak pelak lagi dirusak ketika, pada awal abad ke-10, kapal-kapal pribadi Tiongkok mulai untuk pergi ke pusat yang ada di nusantara, akibatnya pasar Tiongkok tidak lagi hanya terpusat di satu tempat yang ada di Indonesia.

Hegemoni telah berlalu, untuk alasan yang tidak diketahui, ke kota tetangga di muara Jambi, di Sungai Batanghari, yang mungkin dikuasai oleh orang Minangkabau di bagian tengah barat-tengah pulau itu. Malayu-Jambi tidak sempat untuk menyusun sebuah kekuatan serdadu prajurit darat seperti Sriwijaya-Palembang, dan pada abad ke-13 sejarah Indonesia menyatakan seorang pangeran Jawa memanfaatkan kekosongan kekuasaan tersebut. simak juga tentang Kartini 

Kenampakan dan letak yang strategis dari Indonesia membuatnya memiliki banyak hal untuk dijelaskan kisahnya. Sejarah Indonesia ini menjadi salah satu kekayan budaya dan cerita yang membuat kita takjub dan kagum. Sebagai penduduk Indonesia yang menjunjung tinggi kedamaian dan kenyamanan dalam hidup, baiknya kita menjaga kekayaan yang dimiliki. Nantinya para penerus generasi kita selanjutnya yang akan menikmati hasil dari kekayaan yang telah kita jaga dengan baik.

Posting Komentar untuk "Sejarah Indonesia: Kalung Zamrud Khatulistiwa di Asia Tenggara"

Berlangganan via Email