Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Para Wali Dalam Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa

Daftar Isi [Tampil]

Sejarah Para Wali Dalam Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa - Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa tidak dapat terlepas dari kisah Wali Songo. Karena mereka yang memulai penyebaran Islam di Pulau Jawa bersama dengan para muridnya. Kisah ini banyak tertulis di banyak buku lama maupun buku terbaru. Terdapat beberapa perbedaan dari kisah yang dituliskan dari buku tersebut. Dan kisah mana yang paling tepat belum diketahui secara pasti. Dan setiap wali memiliki karomah masing-masing. Berikut merupakan rangkaian cerita tersebut.

sejarah para wali 

Sejarah Para Wali Dalam Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa

Penyebaran Islam mulai memasuki tanah jawa terjadi pada abad 15 dan 16. Mereka masuk melalui jalur perdagangan yang juga memiliki misi untuk menyebarkan agama Islam. Mereka tinggal di tiga wilayah penting yang sebagian besar berada pada daerah pesisir. Daerah tersebut adalah kota Surabaya, Gresik, dan Lamongan di Jawa Timur, Demak, Kudus, dan Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Mereka ini merupakan kaum intelektual yang tidak hanya menyebarkan agama Islam, akan tetapi juga mengenalkan peradapan baru.

Banyak hal yang diajarkan oleh mereka. Ha tersebut juga mampu meningkatkan pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Mereka juga banyak mengajarkan kebudayaan, kesenian, dan sistem pemerintahan yang baru. Awal dari perjalanan sejarah para wali songo ini ditandai dengan mulai berakhirnya dominasi budaya dan agama Hindu Budha yang dianut masyarakat pada saat itu dan simbol Islam mulai diterima oleh masyarakat secara umum.

Banyak pihak berjasa dalam memberikan pengaruh penyebaran Islam di Pulau Jawa dari beberapa daerah  Namun, wali songo inilah yang mampu memberikan pengaruh besar dalam menyebar luaskan agama dengan berbagai upaya dan usaha yang mereka lakukan. Mereka pada dasarnya juga merupakan orang yang memiliki pengaruh cukup penting dalam organisasi masyarakat saat itu, sehingga sangat dihormati oleh masyarakat luas. Dan kisah wali songo ini sendiri dimulai dari keturunan Nabi Muhammad yang ke 12 yang bernama Maulana Jumadil Kubro.

Beliau merupakan ulama yang berasal dari Persia. Beliau memiliki putra yang bernama Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gresik. Sejarah para wali ini mencatat jika Sunan Gresik mulai masuk Jawa sekitar tahun 1392 masehi. Beliau masuk ke Jawa selain menyebarkan agama Islam juga untuk berdagang dengan membuka warung yang menyediakan barang pokok dengan harga murah pada masa Kerajaan Majapahit. Beliau sendiri juga memiliki ikatan keluarga dengan Kerajaan Majapahit.

Mengingat istrinya merupakan putri Raja dari Champa yang saudaranya bernama Dharawati dipersunting oleh Raja Majapahit bergelar Prabu Sri Kertawijaya. Hal ini juga yang menjadi faktor pendukung perjuangannya. Sunan Gresik memiliki misi untuk mendekati dan mendapatkan hati masyarakat di pesisir Gresik yang dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Sunan Gresik juga terkenal sebagai tabib yang melakukan pengobatan jepada masyarakat secara gratis. Sunan Gresik memiliki putra Raden Rahmad (Sunan Ampel) dan Raden Santri.

Mereka juga mengikuti jalan ayahnya untuk menyebarkan agama Islam. Hingga sejarah para wali songo mencatat jika Sunan Ampel memiliki pondok pesantren yang cukup besar dan memiliki pengaruh yang bernama Ampel Denta. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, mereka mendirikan kebudayaan baru. Bahakan Sunan Ampel juga yang memiliki pengaruh yang cukup besar atas berdirinya Kesultanan Demak yang menjadi kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kesultanan ini dipimpin oleh murid dari Sunan Ampel sendiri yang juga merupakan putra dari Raja Majapahit Brawijaya v, yang bernama Raden Patah.

Ajaran Sunan Ampel yang sangat populer adalah Mo Limo. Yang merupakan seruan untuk tidak melakukan tindakan terlarang, seperti berjudi, minum minuman keras, mencuri atau merampok, menggunakan narkotika dan sejenisnya, serta berzina. Sunan Ampel menikah dengan putri adipati Tuban dan memiliki beberapa putra dan putri. Yang populer adalah Sunan Drajat dan Sunan Bonang. Terdapat pendapat yang menyatakan jika wali songo didirikan oleh Sunan Ampel dan beranggotakan Sunan Ampel, Raden Hasan, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Usman Haji, Sunan Giri, Syekh Maharaja, Pangeran Tumapel, dan Raden Mahmud.

Sunan Bonang ini memiliki murid yang bernama Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga juga menikahi salah satu putri dari Sunan Bonang. Dan dari pernikahan tersebut dikaruniai putra bernama Sunan Muria. Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga sangat toleran dan mampu menyatu dengan budaya yang berlaku di masyarakat tersebut. Bahkan beliau memiliki karya dan menghadirkan kebudayaan baru yang masih populer hingga saat ini dan menjadikan sejarah para wali songo.

Sunan Kalijaga pernah tinggal di wilayah Cirebon dan memiliki hubungan spesial sebagai sahabat dekat dengan Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati ini merupakan keturunan dari Raja Panjajaran. Dan Sunan Gunung Jati mendirikan Kesultanan Cirebon dan beliau sendiri juga yang memimpin kerajaan tersebut. Dan hal ini menjadikan Sunan Gunung Jati sebagai Sunan yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati mendekati hati rakyatnya dengan membangun fasilitas infrastruktur jalan penghubung antar wilayah yang dibutuhkan masyarakat.

Sunan Gunung Jati memilih untuk mundur dari jabatan yang diembannya tersebut dan menyerahkannya kepadabputranyabdi usia 89 tahun. Beliau lebih memilih untuk lebih fokus melakukan dakwah dari pada menangani urusan pemerintahan di usia senja nya. Dan disebutkan pada sejarah para wali bahwa beliau di makamkan di Gunung Sembung dan meninggal pada usianya yang ke 120 tahun.

Putra dari Sunan Kalijaga yaitu, Sunan Muria juga turut menyebarkan agama Islam dan menggunakan metode yang sama dengan metode ayahnya. Hanya saja, Sunan muria lebih suka melakukan dakwah di daerah pedalaman dan sangat senang membantu rakyat jelata. Beliau banyak mengajarkan cara bercocok tanam, berdagang, dan melaut. Selain itu, Sunan Muria juga menjadi penengah konflik intern dari Kesultanan Demak. Hasil karya yang sangat populer dari Sunan Muria adalah tembung Sinom dan tembung kinanthi.

Sunan Kalijaga memiliki murid yang bernama Sunan Kudus yang juga merupakan putra dari Sunan Bonang ini sendiri. Sunan Kudus bergembala ke banyak tempat di wilayah tandus di Jawa Tengah. Metode dakwahnya juga sama dengan yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Beliau juga memiliki banyak karya tentang cerita ketauhidan. Beliau juga memiliki peranan penting dalam Kesultanan Demak sebagai panglima perang seperti 1001 cerita di masa Abbasiyah. Dan sejarah para walimenyebutkan Sunan Kudus pernah juga ikut dalam pertempuran membela Demak melawan Adipati Jipan dan Arya Penangsang.

Kisah dan sejarah para wali songo ini sendiri memiliki keterkaitan antara satu sunan dengan sunan yang lainnya. Mereka memiliki ajaran tauhid yang baik dengan metode yang berbeda. Selain dari Sunan itu sendiri murid dari para sunan ini juga memiliki peranan besar dalam menyebarkan agama Islam hingga Islam dapat diterima oleh berbagai golongan hingga mampu merubah dari minoritas menjadi agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Jawa kini.

Posting Komentar untuk "Sejarah Para Wali Dalam Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa"

Berlangganan via Email