Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sejarah Sunan Kalijaga, Keterkaitan Budaya Jawa dan Islam

Daftar Isi [Tampil]

alhuda14 - Sejarah Sunan Kalijaga termasuk ke dalam pelajaran sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia yang harus dipelajari oleh gererasi sekarang. Belajar dari sejarah akan banyak pelajaran yang akan didapatkan sebagai bekal menjalani hidup di era globalisasi. Sunan Kalijaga termasuk ke dalam golongan Wali Songo yang cukup terkenal.

Belajar dari Sunan Kalijaga, dimana beliau berdakwah ajaran Islam di antara mayoritas beragama Hindhu dan Budha dengan cara yang unik. Cara unik tersebutlah yang menjadikan banyak orang mulai tertarik dengan agama Islam. Dahulu belum ada teknologi digital seperti sekarang, namun dengan semangat berdakwah tidak ada yang tidak mungkin.

sejarah sunan kalijaga

Mengenal Lebih Dalam Sejarah Sunan Kalijaga

Jika dahulu Sunan Kalijaga fokus untuk menyebarkan agama Islam di Indonesia, maka sekarang adalah tugas seluruh umat Islam untuk meneruskannya. Berikut fakta seputar sejarah Sunan Kalijaga agar dapat dijadikan pelajaran dan penumbuh semangat dalam berdakwah dimanapun dan kapanpun.

Keturunan

Sejarah Sunan Kalijaga menceritakan bahwa beliau keturunan dari Tumenggung Wilatikta, yakni seorang Bupati Tuban. Sunan Kalijaga adalah putra hasil pernikahan Tumenggung Wilatikta dengan Dewi Nawang Arum. Konon, Sunan Kalijaga lahir dari keluarga yang telah mengenal Islam sebelumnya dari Sang Kakek.

Cerita di atas diperkuat dengan kakeknya, yang tidak lain adalah Raden Sahur atau Ranggalawe. Di sisi lain hasil sejarah Sunan Kalijaga terdapat kesimpangsiuran terkait asal-usul Sunan Kalijaga. Ada yang menyatakan bahwa Sunan Kalijaga keturunan Arab, Cina, dan Indonesia. Belum ada bukti yang nyata untuk itu. 

Media Dakwah

Sejarah Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa cara unik yang digunakan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam secara khusus di tanah Jawa. Cara yang beliau lakukan cukup terbilang unik. Sunan Kalijaga menggunakan media untuk mempermudah dakwah di tengah masyarakat Hindhu dan Budha.

Media digunakan sebagai sarana atau perantara yang dipilih untuk menarik simpati terlebih dahulu masyarakat pada kegiatan yang dilakukan. Media tersebut cukup terbilang menyenangkan untuk ditonton. Media unik tersebut yang mengantarkan Sunan Kalijaga pada keberhasilan. Berikut media dakwah yang digunakan Sunan Kalijaga.

Wayang

Wayang pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga untuk media dakwah untuk menyalurkan ajaran Islam pada masyarakat. Wayang adalah seni pertunjukan yang mana memanfaatkan boneka wayang untuk dijadikan lelakon sebuah drama. Cerita yang diperankan oleh boneka wayang tersebut syarat dengan nilai-nilai Islam.

Sejarah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam patut mendapatkan apresiasi yang lebih. Pada zaman wali songo tentu harus pintar dan kreatif dalam menyebarkan nilai Islam. Adanya wayang secara tidak langsung membuat masyarakat tertarik untuk menontonnya. Setelah rasa nyaman, maka akan mudah untuk diajak.

Ajaran Islam adalah ajaran yang penuh dengan rasa kemanusiaan, saling menyayangi, menghormati, dan segala nilai kebaikan. Cerita yang ada pada wayang banyak yang membahas hal tersebut. Seiring berjalannya waktu, mulailah beberapa orang yang penasaran dengan ajaran yang disampaikan Sunan Kalijaga. 

Seni wayang pada waktu itu, siapapun boleh menontonnya, karena tempat yang digunakan pagelaran di tempat umum, maka siapapun dapat menyaksikan. Sejarah Sunan Kalijaga singkat tentu pertama kali yang diingat masyarakat zaman sekarang adalah wayang. Wayang selalu identik dengan Sunan Kalijaga.

Gamelan

Belajar seputar sejarah Sunan Kalijaga tentu tidak akan asing dengan gamelan. Gamelan adalah alat musik yang ditabuh sebagai pengiring acara pagelaran wayang. Hal ini termasuk ke dalam cara yang unik yang berbeda dari yang lainnya yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Gamelan ditabuh sebagai ganti alat musik.

Gamelan menjadikan semakin banyak orang yang tertarik untuk menonton. Iringan musik yang berirama menambah penampilan lebih menarik untuk ditonton. Gamelan dibawakan oleh beberapa orang dan hingga sekarang masih banyak yang menggunakan untuk beberapa acara. Gamelan salah satu warisan Sunan Kalijaga yang harus dijaga.

Tembang   

Tembang dalam Bahasa Jawa dapat diartikan sebagai lagu atau syair. Sejarah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam juga menggunakan tembang yang Islami. Tembang atau lagu isinya beberapa ajaran Islam. Cara tersebut menarik minat pada penikmatnya karena alunan tembang yang damai saat didengarkan.

Tembang pada umumnya dibawakan pada saat pagelaran wayang dengan diiringi suara gamelan. Sunan Kalijaga menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang baik tanpa menyinggung ajaran lainnya. Sejatinya ajaran Islam mengajarkan kedamaian, itulah yang selalu menjadi pegangan Sunan Kalijaga dalam menyampaikan.

Ada 10 tembang yang berhasil diciptakan Sunan Kalijaga. Salah satu tembang yang paling terkenal hingga sekarang hasil ciptaannya adalah Lir-ilir. Jika dikupas lebih dalam, tembang Lir-ilir berisi sebuah pesan keimanan hanya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Ajaran Islam banyak yang disampaikan Sunan Kalijaga melalui sebuah tembang.

Ketiga cara di atas adalah wujud cara Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam. Menyampaikan tanpa menggurui dan melalui nasehat yang senantiasa didoakan agar suatu saat Sang Pemilik Kehidupan memberi hidayah pemahaman Islam. Media sejatinya hanyalah sarana untuk mempermudah dalam menarik simpati.

Peninggalan

Peninggalan Sunan Kalijaga adalah saksi dirinya pada saat melakukan dakwah menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa. Hingga sekarang pusaka bukti peninggalannya masih tersimpan rapi. Peninggalan tersebut diantaranya Keris Kiai Carubuk, Ratu Bobot, Api Abadi Mrapen, Sumur Jalatunda, dan Rompi Ontokusumo.

Kelima bukti sejarah Sunan Kalijaga di atas hingga kini banyak yang penasaran untuk mengunjungi. Hal tersebut mejadikan selalu ramai para pengunjung yang ingin melihat bukti nyata keberadaan Sunan Kalijaga sebagai seorang alim ulama. Banyak yang percaya adanya keajaiban dari setiap peninggalan yang masih terjaga. 

Kepribadian 

Kepribadian Sunan Kalijaga terkenal dengan kelembutan dan kebijaksanaannya. Ajaran Islam sejatinya mengajarkan umatnya untuk berdakwah dengan kelembutan seperti halnya dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sunan Kalijaga memilih berdakwah menggunakan seni di tengah masyarakat beragama Hindhu dan Budha.

Sejarah Sunan Kalijaga memberikan contoh sebagai sosok yang bijaksana dalam memutuskan suatu perkara. Bijaksana dalam memberi keadilan dengan cara yang baik dapat diterima oleh masyarakat. Sifat ramahnya yang menjadikan mudah dekat dengan semua kalangan masyarakat dan banyak yang mengagumi beliau.

Berawal dari rasa kagum tersebutlah, Sunan Kalijaga mudah memberikan pelajaran nilai-nilai Islam hingga mereka tanpa terpaksa menjadi muslim. Kunci kesuksesan dalam hal apapun adalah tekun dan istiqomah. Hal tersebut ada pada Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam. Menyampaikan yang makruf melalui sebuah seni.

Kesederhanaan yang ditunjukkan Sunan Kalijaga sudah mulai terlihat sejak kecil. Sunan Kalijaga geram melihat para bangsaan menarik uang pajak pada orang miskin saat musim paceklik. Dapat dikatakan Sunan Kalijaga tumbuh dari kalangan bangsawan, namun jiwa kesederhanaan dan memihak orang lemah selalu ada pada dirinya.

Sejarah Sunan Kalijaga memberikan banyak pelajaran tentang cara berdakwah yang baik yang disesuaikan dengan kondisi. Menjadi pribadi yang baik sejatinya akan menjadi contoh untuk orang lain. Berjalan di jalan Allah sesungguhnya harus dengan istiqomah dan penuh perjuangan. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Sejarah Sunan Kalijaga, Keterkaitan Budaya Jawa dan Islam"

Berlangganan via Email