Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Sunan Kuning yang Perlu Kita Ketahui

Daftar Isi [Tampil]

Aldanpost.comSejarah Sunan Kuning yang Perlu Kita Ketahui - Sederet Sunan ternama di Indonesia selalu bisa memperlihatkan nilai positif dari segi agama dan beberapa kehidupan. Nilai-nilai kehidupan dalam setiap Sunan terbilang menarik dan ada sejarah dari seorang tokoh agama sekaligus Sunan Kuning. Dari salah satu Sunan yang terkenal di Semarang, Jawa Tengah ini memiliki kisah menarik dan pastinya sudah banyak diketahui oleh warga Jawa Tengah.

Pada dasarnya Sunan Kuning ini memiliki nama lain Soen An ing yang memang terkesan seperti seorang Sunan dari luar Jawa. Belum banyak yang mengetahui bahwa tempat makan Sunan Kuning ini berada di kawasan lokalisasi prostitusi kurang lebih 100 meter dari pusat lokalisasi.

Sejarah Sunan Kuning
Sejarah Sunan Kuning 

Sejarah Sunan Kuning 

Dikenal Sebagai Seorang Pahlawan

Tidak hanya dikenal sebagai seorang Sunan saja, tetapi sosok Soen An Ing ini juga dikenal sebagai tokoh pahlawan dari Jawa Tengah yang gigih melawan penjajah Belanda. Semasa hidupnya, Sunan Kuning ini memang dikenal sebagai pahlawan yang selalu melawan berbagai macam penindasan Belanda pada waktu itu menjadi sumber sejarah Sunan Kuning.

Sebenarnya dari kisah sejarah Sunan Kuning ini memiliki beberapa nama salah satunya Sri Susuhunan Amangkurat V. Tidak hanya dikenal sebagai Sunan saja, tetapi salah satu Sunan di tanah Jawa ini dikenal sebagai penguasa terakhir di Kasunanan Kartasura.

Ada pergulatan kekuasaan ketika Susuhunan Amangkurat V mengalami beberapa pemberontakan dari Pakubuwana II dengan VOC. Pada waktu itu dominasi pemerintahan Belanda melalui VOC sangat kental. Masih wajar bila beberapa gangguan masih terjadi dari beberapa bidang, hingga kita bisa mencermati dari sejarah Sunan Kuning di berbagai media.

Amangkurat V dikenal sebagai pemimpin persekutuan antara Tionghoa dan Jawa dalam melawan VOC. Ada satu peristiwa penting yang dikenal sebagai Geger Pacinan yang mana menjadi awal mula Amangkurat V mendapat nama Sunan Kuning.

Pergulatan Melawan VOC

Kita mengenal VOC menjadi salah satu serikat dagang dari Belanda yang mampu menggerogoti warga hingga membuat sistem perdagangan kurang menguntungkan Indonesia. Karena itulah dari perlawanan Sunan Kuning ini menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat. Sejarah Sunan Kuning mulai terdengar dari peristiwa Geger Pacinan.

Pada abad ke 17 dan 18 pemerintahan Belanda di Indonesia melakukan hak monopoli yang merugikan pihak Indonesia. VOC sendiri menjadi salah satu kendala besar bagi masyarakat Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Dari sinilah ada beberapa langkah seorang Sunan Kuning untuk membuat peristitwa Geger Pacinan.

Ada persekutuan antara Tionghoa dan Jawa untuk melawan VOC dipimping langsung oleh Sunan Kuning. Tidak hanya itu ada sosok lain bernama Kapitan Sepanjang atau Khe Panjang dan MAngkunegara I dalam mengikuti jejak Sunan Kuning dalam melawan VOC. Dari sinilah pemberontakan besar terjadi untuk menghadapi penguasa Nusantara yang sudah tertuang dalam sejarah Sunan Kuning sebagai penyebab terjadinya perang besar.

Perseteruan antara Pakubuwana II dengan VOC menjadi awal mula Sunan Kuning melakukan pemberontakan dan akhirnya Sunan Kuning berhasil mendapatkan tujuannya yakni meminta pengampunan orang Tionghoa yang kalah perang kemudian dari kalangan pembesar Jawa untuk melawan VOC.

Hingga akhirnya di tahun 1742, Sunan Kuning dan pengikutnya sampai ke Kartasura kemudian bertempur di Salatiga sampai Boyolali. Seorang pengawal Sunan Kuning bernama Kapitan Sepanjang berhasil membuat Pakubuwana II melarikan diri ke Kartasura. Dilansir dari berbagai sumber sejarah Sunan Kuning terdapat pusat pertempuran Sunan Kuning dan pengikutnya yang masih fokus pada daerah Kartasura dan Salatiga hingga Boyolali.

Setelah Pakubuwana II berpindah ke Kartasura, pihak Sunan Kuning bertahta di Kasunanan Kartasuwa sejak 1 Juli 1742. Berkat kekuasaan dari Sunan Kuning tersebut dibuatlah rencana untk menggempur pasukan VOC dalam skala lebih besar. Merasa kekuatan Sunan Kuning bertambah besar, maka dari keputusan untuk menggempur pasukan VOC menjadi tekad bulat dari Sunan Kuning.

Awal Kemunduran Pemerintahan Sunan Kuning

Kita bisa melihat bahwa sejarah Sunan Kuning berbeda dari Sunan lainnya. Meskipun sempat mendapat kekuatan pada sisi pemerintahan di tahun 1742, namun di bulan November 1742 tersebut membuat kondisi Sunan Kuning justru berbalik. Keadaan Sunan Kuning di tahun 1742 tepatnya bulan November mengalami perubahan terutama pada upaya untuk menggempur pasukan VOC.

Dari sinilah penyerangan oleh tiga penjuru yang dilakukan oleh Cakraningrat IV dari Bengawan Solo, Ngawi hingga Ungaran dan Salatiga ditambah lagi pasukan VOC membuat pergerakan Sunan Kuning bergeser ke arah selatan bersama pasukan Tionghoa. Meskipun mengalami situasi terdesak dan tersingkir dari pusat pemerintahan di Kartasura, Sunan Kuning masih terus melakukan perlawanan di beberapa daerah.

Perjalanan dan perlawanan Sunan Kuning dan para pasukannya berlangsung selama satu tahun. Kemudian di tahun 1743 tepatnya di bulan September menjadi akhir perjalanan Sunan Kuning. Berada di daerah Surabaya bagian selatan, Sunan Kuning akhirnya menyerahkan diri ke loji VOC tepatnya di Surabaya. Pada saat itu penyerahan diri Sunan Kuning dilangsungkan dengan Reinier De Klerk yang pada waktu itu menguasai jalannya pertempuran.

Beberapa pemberontak lainnya yang menjadi pengikut Sunan Kuning juga ikut menyerahkan diri dan akhirnya Sunan Kuning dipindahkan ke Semarang dan diasingkan ke Srilangka. Perjalanan dari Sunan Kuning ini memang identik dengan pertempuran melawan VOC bahkan dari masyarakat tanah air sendiri. Pertempuran antar kerajaan dan VOC membuat Sunan Kuning mengalami kekalahan hingga akhirnya menyerahkan diri.

Dari beberapa sumber sejarah Sunan Kuning juga memperlihatkan makam hingga petilasan Sunan Kuning berada di Kota Semarang bagian barat atau lebih tepatnya berada di atas bukit Kalibanteng Kulong, Semarang. Kawasan makam Sunan Kuning sendiri telah menjadi kawasan Resosialisasi Argorejo. Ada beberapa perdebatan bahwa ada kaitan ataupun koneksi dengan Walisongo ataupun oenguasa Kasunan.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak sumber memperlihatkan kawasan makam Sunan Kuning justru dijadikan pusal lokalisasi pelacuran selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi sebuah kecaman dari masyarakat sekitar. Ditambah lagi dari pihak pemerintah Jawa Tengah juga tidak setuju dan akan menindak berbagai kegiatan prostitusi di sekitar Sunan Kuning.

Sejak tahun 2019, kawasan makam Sunan kuning sudah menjadi sebuah tempat wisata rohani. Sehingga kisah sejarah Sunan Kuning sendiri bisa dihadirkan sebagai pengetahuan bagi generasi muda bahwa pada zaman dahulu terdapat seorang Sunan yang gigih melawan berbagai pertempuran dari penjajah sampai beberapa kerajaan.

Kita bisa melihat perjalanan Sunan Kuning ini jelas berbeda dari Sunan lainnya. Sehingga ada beberapa poin bisa kita lihat bahwa Sunan Kuning cenderung melakukan perlawanan ke pihak VOC karena beberapa alasan. Salah satunya tidak ingin rakyat menderita dan sistem dagang dari VOC sendiri tidak menguntungkan.

Berdasarkan sejarah Sunan Kuning diatas telah banyak memberi inspirasi kepada masyarakat saat ini. Sehingga Anda pun dapat mencoba mencari tahu seperti apa struktur sejarah dan perjalanan hidup dari Sunan Kuning.

Posting Komentar untuk "Sejarah Sunan Kuning yang Perlu Kita Ketahui"

Berlangganan via Email