Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Kisah Dan Perjuangan Sebelum Gus Miek Meninggal

aldanpost - Inilah Kisah Dan Perjuangan Sebelum Gus Miek Meninggal! Ada banyak tokoh terkenal yang Anda ingat namanya meski tidak pernah ditemui secara langsung. Tentu saja, nama tokoh ini Anda ingat karena jasanya hingga intensitas nama ini disebut. Kami pastikan tidak sedikit dari Anda yang saat ini mulai memikirkan nama tokoh yang Anda ingat. Dari banyaknya tokoh tersebut, tentunya ada beberapa tokoh agama yang Anda ingat.

Sebut saja, tokoh yang akan kami jelaskan lebih dalam ini. Tokoh ini merupakan salah satu ulama yang sukses dan berjasa untuk perkembangan agama islam. Kami pastikan tidak sedikit dari masyarakat luas yang mengenal nama tokoh ini. Akan tetapi, beberapa dari Anda yang belum mengenal nama tokoh ini juga akan segera mengetahui hal ini. Untuk itu, langkah paling tepat yang harus Anda lakukan adalah menyimak bagian ini dengan baik, ya!

Gus Miek meninggal
Gus Miek meninggal

Inilah Gus Miek Yang Taat Agama Dan Masa Kecilnya

Tokoh yang dikenal dengan nama Gus Miek ini merupakan seseorang yang sangat taat dengan agama sejak kecil. Bahkan, hingga Gus Miek meninggal ia tetap menjadi seseorang yang berada dalam jalur agama. Tokoh ini merupakan salah satu Wali yang lahir dan tumbuh di Kediri. Lebih tepatnya, pada lima tahun sebelum merdeka, tokoh ini dilahirkan. Benar sekali, tokoh yang kerap dipanggil Amiek ini lahir pada tanggal 17 Agustus 1940.

Hamim Tohari Djazuli ini lahir sebagai putra ketiga dari enam bersaudara. Pada saat itu, ia memang lahir dari keluarga yang taat dengan agama. Hal ini dapat dibuktikan melalui ayahnya Gus Miek yang menjadi pengasuh dari pesantren. Amiek dari kecil hingga beranjak remaja tetap berada dalam daerah Kediri yang menjadi tempat lahirnya. Hal ini dikarenakan mereka sekeluarga tidak pernah berpindah hunian dari rumah bekas kantor penghulu tersebut.

Tokoh ini bukanlah tokoh yang aktif seperti bayangan Anda tentang anak kecil lainnya. Sebaliknya, tokoh ini sejak kecil bahkan tidak bermanja dengan ibunya. Hal ini mungkin dikarenakan karakter Amiek yang cenderung pendiam. Benar sekali, tokoh ini bukanlah mereka yang akan bertingkah manja dan aktif. Selain pendiam, tokoh dengan nama asli Hamim ini juga cenderung penyendiri dan tidak menyukai kerumunan.

Bagian ini bahkan terjadi saat ia berada dalam kerumunan dimana mereka yang berkumpul adalah bagian dari kerabat. Oleh karena itu, setiap ada pertemuan dengan keluarga besar, anak ini akan duduk di bagian paling pojok dan mengasingkan diri. Meski demikian, hal ini tidak mengartikan Amiek tidak memiliki bakat. Sebab, Gus Miek sangat mahir dalam membaca setiap ayat yang ada dalam kitab. Selain itu,  suara lantunan ayat dirinya juga cukup merdu.

Meski demikian, Amiek tetap disekolahkan melalui sekolah rakyat. Akan tetapi, SR ini terasa tidak cocok untuk dirinya. Hal ini dapat dilihat melalui peringatan hingga berhentinya Amiek karena sering membolos. Oleh karena itu, tokoh agama yang ini diajarkan lebih dalam mengenai Agama melalui ustadz dan dukungan kedua orangtuanya. Tepat sekali, Nyai Haji Rodliyah selaku ibunya sering membantu Amiek dan saudaranya membaca kitab.

Tentu saja, ayah dari enam anak ini juga membantu Amiek memperluas ilmu agamanya dengan mengajarkan beberapa ayat dalam kitab. Pengajaran ini dilakukan secara rutin sebelum akhirnya Amiek dikirim ke pesantren Lirboyo untuk menempuh pembelajaran yang lebuh lanjut. Akan tetapi, hal ini tidak bertahan lama dan Amiek kembali pulang dari pendidikannya ke Kediri.

Gus Miek Dan Kisah Cintanya

Banyak hal menarik yang ada pada ulama besar ini. Pastinya, ada juga kisah percintaan yang terukir sebelum Gus Miek meninggal. Pria ini memang penuh dengan kejutan. Saat itu, ia kembali lagi ke Kediri setelah pesantren yang tidak bertahan lama. Ia meminta dinikahkan pada saat berada di Ploso, tempat ayahnya.

Saat itu sendiri, umurnya masih sangat belia. Bahkan, belum mencapai kepala dua. Ia menikah dengan seorang gadis yang merupakan anak dari seorang Kyai Haji juga. Zaenab, putri kesayangan Kyai Haji Karangtares ini kemudian menikah dengan Gus Miek yang sudah aktif menjalankan beragam kegiatan. Ia sudah mendapatkan ijazah wirid-wirid dalam masa ini.

Selain itu, ia juga sering pergi ke beragam tempat untuk memberikan dakwah. Pastinya, pernikahan yang dikiranya indah ini tidak berakhir dengan baik. Keduanya memutuskan untuk pisah saja. Dengan begitu, perpisahan juga terjadi dengan baik. Baik ia maupun Zaenab kembali menjalani hidupnya masing-masing.

Lalu, pada tahun 1960 sendiri, ia kembali menikah dengan seorang gadis yang asalnya dari Setonogedong. Perempuan ini mempunyai nama lengkap Lilik Suyati yang mampu menerima semua kesibukan Gus Miek. Pernikahan ini juga terjadi karena saran dari Kyai Haji Dalhar. Kemudian juga mendapatkan persetujuan dari salah seorang gurunya.

Tentu saja, hidup sebelum Gus Miek meninggal juga sudah penuh dengan perjuangan. Ia menikahi Lilik dengan usaha yang keras. Bukan karena Lilik tidak merasa cocok dengan dirinya. Namun, kedua orangtuanya tidak dapat menerima Lilik sebagai menantu. Untungnya, perjuangan sejoli ini tidak berakhir sia-sia karena akhirnya pernikahan berhasil dijalankan hingga mereka mempunyai beberapa buah hati juga.

Organisasi Gus Miek

Gus Miek memang sudah aktif dalam beragam kegiatan agama dari masih kecil. Selanjutnya, setelah pernikahan dengan Lilik juga, ia tidak pernah berhenti untuk kegiatan dakwahnya. Ulama besar ini pada masa pernikahannya sudah rajin datang ke beragam klub atau tempat perjudian hanya untuk memberikan pencerahan dengan beragam cara yang aneh. Tentunya,  tidak menjadi hal yang mudah untuk memberikan ajaran dalam tempat penuh dosa.

Jamaah pertama yang ia bangun merupakan Mujahadah Lailiyah. Organisasi yang dibangun pada tahun 1962 juga mengalami perkembangan dan banyak orang kenal. Tentu saja, Jamaah juga berkembang pada tahun 1971 dan berubah menjadi jamaah pengingat untuk mereka yang lupa atau yang lebih banyak dikenal dengan nama dzikrul ghafilin.

Organisasi lainnya yang ia bangun adalah Se'maan Alquran. Organisasi ini dibangun pada tahun 1986. Ia membangun organisasi ini karena memang suka dengan alquran dan ingin memberikan bantuan untuk orang lain merasakan ketenangan yang serupa juga. Organisasi yang dibangun pada tahun 1986 ini mendapatkan respon dan berkembang jaub lebih cepat.

Bahkan, sempat mengganti nama menjadi Jantiko yang kemudian kembali mengganti namanya. Organisasi ini mempunyai nama Jantiko Mantab pada tahun 1989 yang mempunyai pengertian Majelis Nawaitu Tapa Brata. Semua pergerakannya berkembang ke banyak daerah besar.

Kejadian Gus Miek Meninggal

Tidak ada orang yang tau dengan pasti alasan atau penyakit yang dideritanya. Ia merahasiakan semua hal tersebut dari orang-orang dan meninggal di Surabaya. Sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit mulya yang sekarang menjadi Siloam. Gus Miek menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 5 Juni 1993.

Namun, semua langkah terbaik yang telah diperjuangkan tidak sia-sia. Gus Miek meninggal dengan meninggalkan beragam kebaikan atau ajaran sempurna. Anda harus tau kalau ia adalah salah satu tokoh besar dalam penyebaran agama Islam.

Posting Komentar untuk "Inilah Kisah Dan Perjuangan Sebelum Gus Miek Meninggal"

Berlangganan via Email