Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Karomah Kyai Hasyim Asy’ari Yang Menakjubkan

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost Karomah Kyai Hasyim Asy’ari Yang Menakjubkan - Kyai Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Beliau pernah belajar di Pesantren Panji, Pesantren Langitan, Siwalan dan Pesantren Wonokoyo. Di tahun 1892 kyai Hasyim Asy’ari berangkat ke kota Makkah. Beliau menunaikan haji sambil belajar pada syech Maftuah at-Tarmisi serta syech Ahmad Khatib.

Selesai belajar di kota Makkah, kyai Hasyim Asy’ari sempat mengajar di Johor, Malaysia. Baru pada tahun 1900 beliau memperkenalkan Pesantren Tebuireng. Kini Pesantren Tebuireng menjadi salah satu pesantren yang terpenting di pulau Jawa. Banyak santri lulusan Tebuireng yang menjadi ulama ternama. simak juga tentang Sejarah Kyai Bisri Syansuri

Karomah Kyai Hasyim Asy’ari
Karomah Kyai Hasyim Asy’ari

Karomah Kyai Hasyim Asy’ari sudah bukan rahasia lagi. Banyak ulama yang kerap menceritakan karomah yang ada pada beliau. Karomah ini sendiri berasal dari ketaatan pada agama serta ketekunan belajar kyai Hasyim. Beliau adalah ahli ilmu juga ahli ibadah. Karena tekunnya dalam menuntut ilmu.

Sebagai seorang kyai, beliau dikenal selalu melaksanakan ibadah dengan kuat. Shalat malam, dzikir, puasa dan shalat sunnah lain selalu rutin dijalankan. Kyai Hasyim Asy’ari pun sangat rendah hati, selalu ikhlas juga selalu bersungguh-sungguh dalam berusaha. Tidak heran banyak yang mengagumi sosok kyai Hasyim Asy’ari.

Karomah Kyai Hasyim Asy’ari Yang Terkenal

Banyak karomah Kyai Hasyim Asy’ari yang diceritakan antar generasi,terlebih dalam kaum Nahdliyyin. Segala macam kelebihan yang nampak mustahil namun nyata adanya. Bahkan karomah beliau membawa pengaruh daaam kehidupan banyak orang. Berikut adalah karomah yang beliau miliki.

Mendeteksi Kebohongan

Cerita ini dialami oleh kyai Tahmid ketika masih menjadi santri di Tebuireng. Suatu saat kyai Hasyim bertanya pada Tahmid muda apakah sudah menjalankan shalat atau belum. Tahmid menjawab sudah, walaupun sebenarnya belum melaksanakan shalat. Tiba-tiba kyai Hasyim membentaknya dari tempat duduk.

“Tahmid... Shalat! “

Tahmid kaget hingga gemetar seluruh badan. Tubuhnya langsung terasa panas dingin, keringat mengucur deras. Bahkan tidak bisa bangkit dari posisi bersimpuh. Baru setelah kyai Hasyim menepuk pundaknya, dia merasa enteng dan dapat bergerak lagi. Itu pun masih dengan keheranan.

Tahmid bergegas pamit lalu kembali ke kamarnya. Sebenarnya bukan pada kejadian ini saja, tapi ada banyak cerita lain yang mengisahkan tentang karomah kyai Hasyim Asy’ari Yang mampu mengetahui kebohongan orang lain. Bahkan kabarnya beliau juga bisa mengetahui isi hati orang.

Kyai Hasyim Asy’ari Mengaji 120 Tahun

Alkisah kyai Hasyim Asy’ari belajar di Bangkalan, beliau ditugaskan untuk mengurusi kuda mbah Kholil. Karena sibuk mengurus kuda, beliau tidak memiliki banyak waktu untuk belajar. Suatu saat datang tamu dari pulau Jawa menghadap mbah Kholil. Beliau meminta mbah Kholil mencarikan menantu bagi putri sang tamu.

Tanpa banyak pertimbangan, mbah Kholil langsung memanggil kyai Hasyim yang sedang merawat kuda. Mbah Kholil mengajukan kyai Hasyim sebagai menantu pada kyai yang berkunjung tadi. Sang tamu tertegun melihat penampilan kyai Hasyim. Kyai Hasyim pun terdiam tidak percaya.

Setelahnya diputuskan kyai Hasyim akan menikah tiga hari lagi. Kyai Hasyim masih kebingungan karena merasa tidak percaya diri. Beliau sadar karena ilmu yang dimiliki belum banyak. Maqamnya beliau mengamalkan shalawat Nariyah sebanyak-banyaknya. Dan menjelang subuh karomah kyai Hasyim Asy’ari muncul.

Saat tertidur kelelahan usai banyak membaca shalawat Nariyah, beliau bermimpi bertemu imam al-Bukhari. Dalam mimpi imam Bukhari mengajarkan ilmu hadits shahih selama 40 tahun. Hal ajaib ini terjadi hanya dalam sekejap dalam mimpi. Namun benar-benar terasa seakan belajar selama 40 tahun.

Di malam kedua beliau kembali membaca shalawat Nariyah, setelah selesai beliau pun tertidur kelelahan. Dan kali ini beliau bermimpi bertemu dengan imam Syafi’i. Imam AS-Syafi’i mengajarkan kitab fiqih dari berbagai mazhab. Mulai mazhab imam Hambali, mazhab imam Maliki, mazhab imam Hanafi dan mazhab imam Syafi’i sendiri.

Pada malam ketiga kyai Hasyim Asy’ari kembali bermimpi aneh. Yang datang adalah imam Gazali dan imam Junayd al Baghdady. Beliau diajarkan tentang kitab tasawuf dan seluk beluknya. Kembali dalam mimpi yang hanya sekejap mata ini terasa bagaikan selama 40 tahun. Sehingga ketika beliau bangun, sudah sangat memahami ilmu tasawuf.

Keesokan harinya beliau ingin bertanya pada sang guru namun tidak sempat. Karena hari itu segera diadakan acara pernikahan. Baru seusai pernikahan mbah Kholil berkata pada mertua kyai Hasyim. “Jangan pernah ragu pada keilmuan Hasyim,dia sudah mengaji selama 120 tahun pada imam besar.”

Semua tamu yang mendengar tercengang namun tetap ragu. Hingga keesokan harinya mertua kyai Hasyim menyuruh ustadz senior untuk menguji kadar keilmuan kyai Hasyim. Ternyata kyai Hasyim hafal seluruh isi kitab tafsir maupun kitab hadits tanpa memegang kitab. Tidak satu pun yang salah sehingga semua takjub pada karomah kyai Hasyim Asy’ari. Hingga seterusnya banyak belajar pada beliau.

Karomah Kyai Hasyim Asy’ari Seperti Milik Umar Bin Khattab.

Pondok pesantren Tebuireng selain untuk belajar Agama Islam juga menjadi maskas perjuangan kemerdekaan. Setiap orang yang akan pergi berperang, menghadap pada kyai Hasyim Asy’ari. Di sana akan diberikan air doa keselamatan agar terhindar dari mara bahaya selama peperangan. 

Dan sama seperti pada karomah Umar bin Khattab karomah kyai Hasyim Asy’ari pun berupa mengetahui hal yang terjadi pada tempat berbeda. Ketika kyai Hasyim sedang mengajar di pondok, beliau dapat mengetahui keadaan pejuang di Pare. Pare dan pondok sendiri berjarak 30km jauhnya.

Selain ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama, kyai Hasyim juga Pahlawan Nasional. Banyak jasa beliau pada Indonesia, salah satunya pada perang kemerdekaan di Surabaya. Kyai Hasyim Asy’ari mewajibkan orang Islam di Surabaya wajib melawan penjajah.

Meski hanya berbekal bambu runcing, berkat doa ulama yang dikabulkan Allah Swt. Para pejuang mampu membuat tentara penjajah terpukul mundur dan kalah. Peristiwa ini akhirnya diperingati sebagai hari pahlawan setiap tanggal 10 november. Dan terus dikenang setiap tahunnya.

Kyai Hasyim Asy’ari Dan Pabrik Gula Tjoekir

Dahulu di depan pondok Tebuireng ada rel kereta api. Rel ini biasa dilalui oleh kereta dari Jombang ke Surabaya atau ke kota lain. Rel ini juga biasa dipakai oleh lori pengangkut tebu untuk pastikan pabrik gula Tjoekir. Suata saat lori terguling dan tebunya berhamburan. Para santri yang berebut mengambil tebu membuat Belanda marah.

Kyai Hasyim Asy’ari geram mendengar santri dipukul. Beliau segera beranjak ke pabrik gula terbesar di Jawa Timur itu. Diantara kesibukan pekerja pabrik, beliau mengeluarkan susur dari mulut. Susuran tembakau ini ditempelkan pada mesin giling tebu. Ajaibnya mesin langsung berhenti. Hal ini terjadi selama tiga hari.

Kyai Hasyim sengaja memberi pelajaran pada pihak pabrik. Karena tidak beroperasi selama 3 hari, pabrik pun mengalami kerugian besar. Hingga mereka sowan pada kyai dan meminta maaf. Sejak itu santri bebas mengambil tebu dan hal ini berlangsung selama pabrik masih berjalan. simak juga tentang Sejarah Kyai Wahab Hasbullah

Kyai Hasyim Asy’ari juga digelar ‘Hadratul syech’ yang artinya adalah tuan guru. Gelar ini didapatkan karena beliau adalah guru bagi hampir seluruh ulama di Jawa. Meskipun memegang gelar tersebut beliau tetap sosok ulama yang tawadhu. Demikian karomah kyai Hasyim Asy’ari. Semoga kita dapat meneladani seluruh kebaikan beliau.

Posting Komentar untuk "Karomah Kyai Hasyim Asy’ari Yang Menakjubkan"

Berlangganan via Email