Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Karomah Mbah Kholil – Pergi Ke Makkah dengan Kerocok

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost - Karomah Mbah Kholil – Pergi Ke Makkah dengan Kerocok Mbah Kholil telah banyak diketahui oleh khalayak luas, terlebih lagi bagi kalangan santri. Mbah Kholil sendiri atau yang kerap disapa kyai Kholil adalah ulama ternama dari Bangkalan,Madura. Status kewalian dan karomah yang beliau miliki sudah diakui oleh banyak ulama lain. Mbah Kholil sendiri adalah keturunan dari sunan Gunung Jati.

Mbah Kholil lahir pada 1235 hijrah, tepatnya tanggal 11 bulan jumadil akhir. Pada usia 24 tahun beliau pergi belajar ke kota Makkah. Kabarnya dalam pelayaran menuju tanah suci Mbah Kholil memilih berpuasa tiap harinya. Beliau bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mbah Kholil meninggal di 29 ramadhan 1341 hijrah dalam umur 106 tahun.

Karomah Mbah Kholil
Karomah Mbah Kholil

Berbagai Cerita Karomah Mbah Kholil

Karomah Mbah Kholil terkenal dengan banyak cerita tentang beliau. Karomah sendiri maknanya adalah kemuliaan atau kehormatan. Lebih jelasnya dimaknai sebagai kejadian luar biasa yang terjadi pada manusia. Hal ini lazimnya terjadi pada wali Allah yang saleh dan ikhlas.

Pergi ke Makkah menggunakan kerocok.

Suatu hari Mbah Kholil bersama sahabat yakni kyai Syamsul Arifin sedang membicarakan sebuah urusan. Tidak terasa pembicaraan terus berlangsung lama hingga matahari hampir terbenam. Waktu ashar pun sudah akan habis. Kyai Syamsul Arifin segera mengingatkan hal ini pada Mbah Kholil.

Cerita tentang karomah Mbah Kholil  ini diawali dengan Mbah Kholil meminta kerocok atau daun aren yang mengambang di air. Teman beliau kebingungan namun tetap mencari daun yang dimaksud. Setelah dapat, beliau berdua duduk di atas daun kerocok. Mbah Kholil pun menatap ke arah kota Makkah dan kerocok langsung melesat menuju arah tujuan.

Dengan kecepatanluar biasa tinggi, mbah Kholil segera mencapai kota Makkah. Tidak lama kemudian beliau sampai ke Masjidil Haram dan dapat mengikuti shalat Ashar bersama bahkan mendapat shaf pertama.

Mbah Kholil dan orang yang tertinggal kapal laut

Cerita tentang karomah Mbah Kholil Ini terjadi di musim haji. Pada zaman dahulu untuk berangkat naik haji hanya bisa melalui kapal laut. Dikisahkan ada sepasang suami istri yang akan berangkat haji. Ketika kapal sudah akan berangkat, mendadak si istri meminta buah anggur. Karena sangat menyayangi istrinya, sang suami segera beranjak untuk membeli buah anggur.

Si suami sibuk kesana kemari mencari buah anggur, namun tidak ada yang menjualnya di sekitar pelabuhan. Hingga dia pergi ke pasar demi memenuhi keinginan istrinya. Setelah sekian lama, akhirnya dia dapat buah anggur juga. Tapi dia kaget saat kembali ke pelabuhan dan tahu kapal telah berangkat.

Dia terdiam di pinggir pelabuhan, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Sampai seseorang yang telah memperhatikannya sejak sama merasa kasihan. Orang tersebut mendatangi si suami dan memberikan saran. “Datang lah ke Mbah Kholil, ceritakan tentang masalah yang kamu hadapi kini. “

Tanpa banyak kata lagi, suami itu segera menuju Bangkalan dan menemui mbah Kholil. Dia menceritakan semua masalah serta rasa khawatir akan keadaan istrinya. Tetapi mbah Kholil menolak sembari berujar, “ini bukan urusan saya. Ini pekerjaan orang pelabuhan, sama pergi.“

Dengan hati masygul lelaki ini pamit untuk kembali ke pelabuhan. Di sana dia bertemu lagi dengan lelaki yang menyuruh dia menghadap mbah Kholil. Orang itu tetap menyuruh sang suami agar mendatangi mbah Kholil karena cerita tentang karomah Mbah Kholil  ini sudah tersohor jadi tidak menyerah. Setelah didesak berulang kali, suami itu berangkat ke Bangkalan lagi.

Setelah berulang kali melihat suami ini melakukan hal yang sama, mbah Kholil pun merasa iba. Pada kali ketiga beliau bersedia menolong namun dengan satu syarat. Sang suami tidak boleh bercerita apa pun tentang hal ini, kecuali beliau sudah meninggal. Setelah lelaki tersebut menyetujui syarat itu, beliau menyuruh untuk memejamkan mata.

Dengan penuh sepenuh hatidia menutup matadan merasa aneh karena mendadak terasa ramai disekelilingnya. Begitu membuka mata, alangkah kagetnya dia karena sudah berada dalam kapal. Rasa takjub serta tidak percaya membuat dia mencubit tangan sendiri. Terasa sakit, jadi ini benar bukan mimpi.

Segera dia mencari sang istri dalam kamar mereka di kapal. Dengan senang hati dia menyerahkan buah anggur pada istrinya. Sang suami mencobatenang walau baru saja mengalami peristiwa dahsyat. Dia sadar telsah menyaksikan sendiri karomah mbah kholil.  Seorang kyai yang memiliki karomah luar biasa karena ketakwaannya.

Ketika mbah Kholil masuk penjara

Saat itu beberapa pejuang kemerdekaan dari pulau Jawa melarikan diri ke pesantren mbah Kholil. Sayang hal ini terlanjur diketahui oleh tentara Belanda. Mereka pun segera bersiasat untuk menangkap para pejuang tadi. Pesantren mbah Kholil digerebek, setiap sudut diperiksa namun hasilnya nihil. Tidak ada satu pejuang pun yang bisa ditangkap.

Karena murka, pihak kompeni akhirnya membawa paksa pimpinan pesantren, yakni mbah Kholil sendiri. Mereka berharap pejuang akan menyerah begitu tahu kyai-nya ditangkap. Namun disinilah karomah mbah Kholil kembali nampak dan membuat banyak orang tercengang.

Ketika mbah Kholil dimasukkan penjara, pintu penjara tidak ada yang bisa ditutup. Selama beliau dalam tahanan, tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Pihak kompeni terpaksa berjaga siang malam agar tahanan tak melarikan diri. Tentu ini sangat merepotkan bagi para pihak kompeni.

Esok harinya terjadi lagi hal menakjubkan. Ribuan orang datang menjenguk dan mengantarkan makanan pada beliau. Kompeni semakin kewalahan hinggamelarang kunjungan. Tetapi meski dilarang berkunjung, masyarakat tetap bergerombol sekitar penjara. Bahkan banyak meminta ingin ditahan bersama mbah Kholil.

Akhirnya kompeni semakin terpojok,juga khawatir masalah akan bertambah. Jadi mbah Kholil segera dilepaskan dari penjara. Begitu beliau keluar dari tahanan, ajaibnya pintu tahanan langsung bisa ditutup. Para pengunjung dengan suka hati pulang ke rumah masing-masing. Para kompeni hanya bisa menggelengkan kepala kagum melihat karomah mbah Kholil.

Tongkat mbah Kholil serta mata air

Suatu hari Mbah Kholil pergi berjalan-jalan bersama beberapa murid. Beliau mengarah ke bagian selatan Bangkalan,tepatnya di desa Langgundi. Di sana tiba-tiba mbah Kholil menancapkan tingkat ke tanah. Dari lubang bekas tongkat itu memancar air yang jernih. Semakin lama semakin banyak hingga menjadi kolam.

Sumber mata air ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit berkat karomah mbah Kholil. Kolam ini pun masih ada hingga sekarang dan bernama kolla Al-Asror Langgundi. Terletak di sebelah selatan kompleks pemakaman mbah Kholil. Berjarak kurang lebih 1 kilometer jauhnya.

Mampu membelah diri

Pernah terjadi peristiwa aneh saat mbah Kholil mengajar. Ketika berceramah di pesantren, mendadak baju dan sarung beliau basah. Para santri keheranan, sedang beliau sendiri hanya diam tak bercerita apa pun. Mbah Kholil masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian, meninggalkan para santri.

Beberapa bulan berlalu, datanglah nelayan ke pesantren. Dia sowan untuk berterima kasih kepada mbah Kholil. Ternyata saatmemberikan kajian, mbah Kholil mendapat firasat untuk segera ke laut. Dengan karomah mbah Kholil, beliau menyelamatkan nelayan yang perahunya pecah di laut tanpameninggalkan pesantren. 

Demikian kisah-kisah karomah mbah Kholil, ulama besar yang berasal dari Bangkalan, pulau Madura. Dari pesantren beliau telah banyak lahir ulama – ulama luar biasa yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Posting Komentar untuk "Karomah Mbah Kholil – Pergi Ke Makkah dengan Kerocok"

Berlangganan via Email