Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketahui Bersama Kami Kyai Hamid Pasuruan Dan Kisahnya

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost Ketahui Bersama Kami Kyai Hamid Pasuruan Dan Kisahnya! Ada banyak nama yang ada dalam benak dan akan selalu Anda ingat. Kami pastikan selain nama seseorang yang pernah Anda temui, ada beberapa nama yang sebelumnya tidak pernah Anda temui. Benar sekali, nama tersebut adalah nama pahlawan atau seseorang yang telah berjasa untuk kepentingan bersama. Tentunya, ada lebih dari satu bidang yang memiliki nama orang berjasa ini.

Dalam laman ini, kami akan menjelaskan nama seseorang yang merupakan ulama besar dalam agama islam. Hal ini dapat terjadi karena ada banyak hal yang telah dilakukan untuk memajukan agama islam. Mengetahui ulama ini berasal dari Jawa Timur tentunya membuat Anda memiliki beberapa nama tertentu. Maka karena itu, kini merupakan saat Anda memeriksa kebenaran dari nama yang telah Anda terka dan mengetahui kisah singkat dari ulama ini, ya!. simak juga tentang Karomah Kyai Hamid Pasuruan

Kyai Hamid Pasuruan
Kyai Hamid Pasuruan

Inilah Kyai Hamid Pasuruan Dan Masa Kecilnya

Anda memang sepenuhnya tepat saat menjawab bahwa nama tokoh ini adalah Kyai Hamid Pasuruan yang berasal dari Jawa Timur. Akan tetapi, Anda salah saat mengatakan bahwa daerah asal yang melambangkan namanya merupakan tempat lahirnya. Hal ini dikarenakan tokoh ini lahir di tempat yang lain. Tentu saja, hal ini dapat Anda buktikan dengan melihat bukti kelahiran tokoh yang terjadi di Dukuh Sumurkepel.

Tokoh ini merupakan individu yang lahir dan tumbuh menjadi remaja di daerah Jawa Tengah. Alasan ia dikenal berasal dari Pasuruan adalah penyebaran agama yang ia lakukan berpusat di daerah tersebut. Hal ini menjadi hal yang wajar mengingat ia pindah rumah saat telah dewasa dan menikah. Tepat sekali, ia menetap di daerah tersebut dan menjaga pesantren sebelum menjadi populer.

Abdul Mu'thi menjadi nama kecil dari tokoh yang lahir pada bulan november ini. Benar sekali, tokoh ini lahir pada tanggal 22 November 1914. Latar belakang keluarga tokoh ini sangat baik dalam bidang religi. Hal ini dikarenakan kedua orangtuanya merupakan seorang pendakwah yang cukup disegani. Akan tetapi, saat kecil tokoh ini memiliki karakter yang berbanding terbalik dengan orangtuanya.

Hal ini dikarenakan Kyai Hamid Pasuruan merupakan sosok yang sangat nakal dan tidak takut pada sekitarnya. Ia sangat sering menjaili masyrakat sekitar hingga dikenal dengan nama bedudul yang merupakan singkatan namanya sekaligus teguran untuk dirinya. Bebrapa kali tokoh ini dicari oleh aparat hindia Belanda karena telah mengganggu ketentraman rakyat. Akan tetapi, ia selalu lolos meski harus berpenampilan seperti perempuan terlebih dahulu.

Tokoh ini juga sangat suka keluyuran karena hobinya yang suka bermain bola dan layangan hingga lupa waktu. Oleh karena itu, orangtua dari tokoh ini akhirnya mengambil tindakan dengan masukkan tokoh ini ke dalam pesantren dalam usianya kedua belas tahun. Dalam tempat ini, tokoh dengan panggilan bedudul berubah menjadi karakter dan pribadi yang lebih baik lagi. Ia bahkan mulai mendalami agama secara lebih seksama dan dalam.

Hingga akhirnya pada umurnya yang kelima belas tahun, ia pergi bersama kakeknya ke tanah suci. Di tempat ini ia belajar semakin banyak hal mengenai agama yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Sepulangnya dari tempat ini, ia mengganti namanya secara resmi menjadi Abdul Hamid. Pada tahun yang sama pula, ia dijodohkan oleh kakeknya dengan salah satu gadis yang merupakan bagian dari kerabat mereka pula.

Kyai Hamid Dan Kisah Cintanya

Tidak hanya masa kecilnya saja yang menarik untuk Anda ketahui. Ada hal lainnya yang dapat membuat Anda merasa kalau biografi Kyai Hamid Pasuruan cukup lengkap. Tentu saja, hal ini berkaitan dengan dunia cinta yang penuh warna. Semua orang juga mempunyai kisah tersendiri yang berkaitan dengan percintaan. Begitu juga dengan tokoh besar yang satu ini dalam dunia cinta.

Ia menikah pada usia dua puluh dua tahun di Masjid Jami. Tentunya, semua orang mengenal Masjid ini sebagai Masjid Agung Al-Anwar sekarang ini. Pernikahan berhasil dijalankan sesuai dengan rencana perjodohan sebelumnya. Ia sempat dijodohkan pada usia lima belas tahun seperti yang Anda baca sebelumnya.  Perjodohan dengan Nafisah ini kemudian dilancarkan sebagai pernikahan pada tanggal 12 September pada tahun 1940.

Pernikahan ini terjadi setelah dua belas tahun pembelajarannya akan dunia agama di pesantren. Nafisah sendiri adalah sepupunya yang merupakan anak dari paman melalui jalur ibu. Tentunya, pernikahan tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Hanya saja, tetap berhasil walau ada sedikit hambatan dalam prosesi.

Saat itu, ada keterlambatan yang pihak pria lakukan. Hal ini bukan karena melakukan beragam kegiatan tidak penting. Ada Kyai Haji Ma'shum selaku ketua rombongan pernikahan saat itu. Ia mengajak semua rombongan pihak pria untuk pergi berziarah. Setelah selesai berziarah ke makam para wali sebelumnya. Barulah mereka datang ke acara pernikahan.

Sudah ada banyak sekali tamu pernikahan Kyai Hamid Pasuruan yang pamit undur diri. Wajar saja, acaranya berjalan saat sore hari dan ada banyak kegiatan yang perlu dilakukan. Akhirnya, proses pernikahan berjalan dengan sederhana dan hanya ada beberapa kerabat saja yang menyaksikan. Namun, bagaimanapun juga hal ini pantas disyukuri karena pernikahan berjalan dengan baik. Mereka bahkan mempunyai beberapa buah hati dari hasil pernikahan.

Setelah pernikahan tersebut, keluarga Haji Abdul Hamid ini tinggal bersama dengan Ayah Nafisah. Kyai Haji Ahmad Qusyairi ini memberikan mereka tempat untuk tinggal selama lima tahun. Sangat disayangkan karena pada tahun 1945 mereka harus pindah dari Kebonsari ke Jember. Mau tidak mau, pasangan suami istri ini pindah ke tempat lainnya dan harus hidup secara mandiri.

Walaupun terkenal dengan memberikan banyak bantuan kepada orang lain dengan membeli semua barang dagangan. Sebenarnya, ia bukanlah orang yang kaya. Malah, dapat dikatakan kalau hidup Kyai Hamid sendiri cukup memprihatinkan. Ia harus hidup dengan perjuangan sendiri. Banyak sekali hal yang ia lakukan untuk meraih pendapatan.

Tentu saja, ia juga tidak merasa punya masalah dengan pekerjaan apapun. Tidak ada masalah selama semua pekerjaan tersebut masih halal. Ia  mengerjakan beragam hal mulai dari menjual sepeda. Ia juga melakukan hal lainnya seperti menjual kelapa dan kedelai. Bahkan, berdagang suku cadang dokar juga. Yang paling penting untuknya saat itu adalah kehidupan keluarga.

Sayang sekali, ia harus wafat pada tanggal 25 Desember di tahun 1982. Saat itu, usianya sudah mencapai tujuh puluh tahun. Hal ini dikarenakan penyakit yang dirahasiakannya dari keluarga. Persis seperti karakternya yang suka membantu tapi tidak ingin merepotkan. Karena menutupi masalah pada ginjal lalu liver dan jantungnya yang mengalami pembengkakan. Maka, Kyai tidak sempat diobati. Ia kemudian wafat dan dimakamkan. simak juga tentang foto Kyai Hamid Pasuruan

Ini merupakan kisah hidup dari Kyai Hamid Pasuruan. Lakukan pemahaman yang sederhana akan beragam kisah lainnya. Apalagi kisah perjuangannya dalam agama yang dapat membantu Anda untuk termotivasi.

Posting Komentar untuk "Ketahui Bersama Kami Kyai Hamid Pasuruan Dan Kisahnya"

Berlangganan via Email