Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Singkat Gus Miek Muda Perlu Anda Ketahui

aldanpostKisah Singkat Gus Miek Muda Perlu Anda Ketahui. Tokoh Islam di tanah Jawa pastinya memiliki kisah tersendiri. Seperti halnya dari sosok Gus Miek yang masih dikenal sebagai tokoh Islam dengan berbagai prestasi ataupun gelar yang dimiliki. Pastinya ada banyak kisah sejarah dari Gus Miek di masa-masa muda menjadi inspirasi para umat Islam di seluruh Indonesia.

Dari sosok Gus Miek ini ternyata memiliki kisah menarik yang mana ditonjolkan pada usia mudanya. Tokoh Islam ternama ini menjadi putra ketiga dari enam bersaudara. Lahir dari pasangan K.H Djazuli Utsman dan Nyai Rodhiyah yang mana sejak kecil Gus Miek memiliki nama panggilan Amiek.

Lahir dan besar di Kediri tentu membuat lingkungan hidup sekitar Gus Miek masih dominan dengan pesantren. Namun, sejak masih kecil Gus Miek pernah tinggal di lingkungan kantor penghulu yang pada saat itu ditebus oleh orang tuanya sebesar 71 golden.

Gus Miek muda
 Gus Miek muda

Mengenal Sosok Gus Miek Muda


Sejarah dari Gus Miek ini masih kental dengan beberapa perubahan dan perkembangan di masa mudanya. Sifat dan karakter Gus Miek muda cukup menarik karena cenderung pendiam dan suka menyendiri. Berbeda seperti saudaranya yang mana lebih dekat dengan sosok ibu dan ayahnya.

Pada masa-masa muda, Gus Miek telah memiliki sifat yang dianggap berbeda dari saudaranya sendiri. Terbukti beberapa catatan kisahnya di masa muda memperlihatkan karakter Gus Miek cenderung tidak menyukai perkumpulan bahkan dari keluarganya sendiri. Pada saat ada acara keluarga pun Gus Miek mengambil tempat jauh.

Tidak hanya dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun banyak kalangan tidak mengetahui bahwa Gus Miek muda juga memiliki suara merdu dan fasih dalam membaca semua ayat Al-Qur’an. Dari sinilah Gus Miek di masa-masa mudanya memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an sebagai satu hidayah dalam proses belajar kitab.

Pada masa muda, proses belajar membaca kitab Al-Qur’an bersama bimbingan ibunya. Sedangkan setelah memiliki pengetahuan cukup seputar membaca kitab, maka dari pendidikan belajar Gus Miek berpindah ke Ustadz Hamzah. Khusus untuk proses belajar kitab Gus Miek langsung mendapatkan bimbingan oleh ayahnya.

Sosok Gus Miek di waktu muda terutama di usia 9 tahun juga memiliki kepandaian dalam membaca kitab, kemudian mengenal berbagai ulama besar. Tidak hanya satu, namun banyak ulama dikenal Gus Miek muda sekaligus pernah dikunjungi oleh Gus Miek dari beberapa kota. Seperti kota Kediri, Sidoarjo, Pasuruan, dan masih banyak lainnya.

Berkat pengetahuannya terhadap banyak ulama-ulama besar tersebut Gus Miek memiliki banyak informasi seputar bagaimana ajaran Islam di Tanah Jawa bisa berkembang. Hingga akhirnya pada usia muda proses belajar Gus Miek masih dilanjutkan ke pesantren Lirboyo.

Tepat di sia 13 tahun, Gus Miek memiliki melanjutkan ke jenjang Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Dari situlah Gus Miek diminta oleh K.H Mahrus Ali yang langsung menjemputnya di daerah Ploso hingga bisa mendapatkan pelajaran di Pondok Pesantren Lirboyo. Sayangnya, karakter Gus Miek muda masih belum bisa bertahan di Pondok Pesantren Lirboyo dan hanya bertahan sampai 16 hari.

Setelah keluar dari pondok pesantren, Gus Miek pulang ke daerah Ploso karena memang masih menjadi beban cukup besar bagi Gus Miek ketika memutuskan untuk pulang. Kepulangan sosok Gus Miek ini ke Ploso ternyata membuat orang tuanya merasa khawatir. Karena tidak mau melanjutkan ke Pesantren Lirboyo, tentu saja ada rasa khawatir dari pihak orang tuanya.

Akan tetapi Gus Miek berhasil memberi informasi dari proses belajar di pesantren dilakukannya dengan sungguh-sungguh. Untuk itulah ada beberapa bukti berhasil diperlihatkan oleh Gus Miek kepada orang tuanya. Melalui media mengaji dan berhasil menggantikan orang tuanya dalam memberi jadwal pengajuan yang seharusnya diampu oleh orang tuanya.

Dari sinilah ada beberapa jenis materi belajar agama Islam sempat diberikan Gus Miek kepada anak asuhnya. Beberapa kitab seperti Tahrir, Fatkhul Mu’in, hingga lainnya diberikan secara lengkap kepada para santri. Dari kemampuan penjabaran Gus Miek terhadap berbagai macam kitab tersebut menjadi salah satu indikasi pemahanan Gus Miek muda yang ternyata masih kental dengan ajaran Islam secara lengkap.

Merasa masih kurang lengkap dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, meskipun sudah memutuskan untuk pulang dan keluar dari pondok pesantren, ternyata keinginan Gus Miek untuk kembali ke pondok pesantren Lirboyo kembali muncul. Keputusan tersebut memang menarik, sebab ada banyak kalangan menilai bahwa Gus Miek layak menjadi guru di sebuah pondok pesantren.

Selama mengikuti pelajaran di pondok Pesantren Lirboyo, tentu saja Gus Miek ini masih memiliki karakter kurang baik pada proses belajar di pesantren. Ternyata Gus Miek memiliki kebiasaan sulit konsentrasi saat mengaji dan sering tidur dan meletakkan kitabnya di meja. Uniknya dari Gus Miek muda ini mampu memahami dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh para Ulama saat mengaji.

Dari sinilah karakter dan sifat Gus Miek seakan-akan sudah memahami semua pelajaran di pondok pesantren sehingga dari semua pertanyaan yang diajukan selalu bisa dijawab dengan lengkap. Perjalanan hidup Gus Miek di pondok pesantren cukup lama, kemudian mengenal sosok Abdullah dari Magelang. Perkenalan tersebut diawali dari penugasan Gus Miek yang pada saat itu mengemban tugas memasak di pondok pesantren.

Dari perkenalan dengan Abdullah tersebut Gus Miek memutuskan keluar dari pondok pesantren kemudian pergi ke Magelang. Usia 14 tahun membuat Gus Miek menginginkan pelajaran pondok pesantren lebih lengkap dan akhirnya Gus Miek muda memutuskan untuk melanjutkan studinya ke daerah Magelang.

Setelah sampai ke Magelang, Gus Miek memutuskan untuk belajar di Pondok Pesantren asuhan K.H Dalhar tepatnya di daerah Watuconggol, Jawa Tengah. Ada banyak pengetahuan didapatkan Gus Miek di usia 14 tahun di pondok pesantren di Magelang ini. Selama ini Gus Miek menginginkan hal-hal baru dalam proses belajar Islam di pondok pesantren.

Karena itulah Gus Miek ini menginginkan perubahan cukup luas dalam skala pondok pesantren. Tepatnya di Pesantren Lirboyo membuat nama seorang Gus Miek selalu memberi pengalaman terbaik dalam pondok pesantren tersebut. Memang banyak materi seputar ajaran Islam yang dijelaskan seorang Gus Miek di usia mudanya.

Meskipun tidak hanya anak muda seperti Gus Miek muda yang mana kerap memberi nilai pengalaman mengajar di pondok pesantren lebih inovatif hingga menjadi acuan bagi banyak pondok pesantren yang seharusnya memperlihatkan bagaimana cara kerja dari prosedur belajar agama Islam lebih mudah dan menyenangkan. 

Menarik bila kita mengulas seputar kisah hidup Gus Miek muda yang seharusnya bisa kita teladani sebagai salah satu tokoh panutan. Meskipun masih berusia muda, Gus Miek berani memberi nuansa baru dalam proses belajar di skala pondok pesantren. Sampai akhirnya kita dapat menggali semua sejarahnya hingga mendapat inspirasi lebih luas.

Posting Komentar untuk "Kisah Singkat Gus Miek Muda Perlu Anda Ketahui"

Berlangganan via Email