Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Nasehat Mbah Moen Yang Sering Dijadikan Petuah Para Ulama

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost Nasehat Mbah Moen Yang Sering Dijadikan Petuah Para Ulama- Kyai NU Maimun Zubair adalah sosok ulama yang begitu karismatik. Beliau adalah Kyai yang begitu dihormati, baik di kalangan ulama maupun para petinggi tanah air. Beliau lebih dikenal dengan sapaan Mbah Moen sering kali dimintai pendapat ataupun wejangan oleh banyak orang. Mulai dari santrinya, alim ulama, masyarakat, perangkat, hingga pejabat negara.

Hal tersebut membuat beliau terkenal sebagai ulama yang bijak dan penyayang. Ketika Mbah Moen meninggal, seluruh masyarakat berduka, karena ditinggal sosok Kyai yang menjadi figur umat. Masyarakat berbondong-bondong ke pondok untuk ikut mendoakan beliau. Bukan hanya pondok, sosial media juga banjir ungkapan duka cita dan doa. Berita kepergian beliau juga ditayangkan hingga beberapa hari. simak juga tentang Karomah Kyai Hasyim Asy’ari

Nasehat Mbah Moen
Nasehat Mbah Moen

Latar Belakang Mbah Moen

Kyai Haji Maimun Zubair atau terkenal dengan sapaan Mbah Moen adalah sosok ulama yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah. Beliau lahir pada tahun 1928 tanggal 28 Oktober di Rembang tepatnya di Desa Sarang. Mbah Moen adalah putra dari almarhum  Almaghfur Zubair yang merupakan ulama besar juga. Ayah Mbah Noen adalah murid Syaikh Hasan Al Yamani Al Makky dan Syaikh Said Al Yamani. Nasehat Mbah Moen yang sering di jadikan paweling tak lepas dari petuah ayahandanya.

Ilmu agama yang diturunkah oleh ayahandanya disalurkan kepada masyarakat dengan cara berdakwah. Selain itu juga dijadikan landasan dalam mengasuh Pesantren Al Anwar yang didirikannya. Pesantren tersebut didirikannya di Jawa Tengah, yaitu Desa Sarang, Rembang. Selain belajar dari Sang Ayah, Mbah Moen juga belajar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Guru beliau saat itu adalah Kyai Haji Abdul Karim, Kyai Haji Marzuki, dan Kyai Haji Mahrus Ali.

Bukan hanya belajar di tanah air, beliau juga menuntut ilmu di Mekkah bersama Kyai Haji Ahmad bin Syuaib Sang Kakek. Banyak guru yang didatangi Mbah Moen, di antaranya adalah Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki. Kemudian Syekh Al Imam Hasan Al Masysyath serta ulama lainnya. Banyak petuah yang di dapat beliau dengan belajar di sana, hal tersebut juga yang menjadikan tutur kata nasehat Mbah Moen begitu bijaksana.

Mbah Moen juga tidak lupa mengunjungi para ulama tanah air  yang tinggal di sana. Beberapa Kyai yang beliau temui di antaranya adalah Kyai Abdullah Abbas Buntet dan Kyai Muslih Mranggen. Beliau juga mengunjungi Kyai Wahab Chasbullah, Syekh Abul Fadhol Senori, dan ulama lainnya. Mereka merupakan Kyai asal Jawa.

Mbah Moen tutup usia di umur sembilan puluh tahun pada tahun 2019 tanggal 6 Agustus. Beliau wafat di Mekkah ketika melaksanakan kegiatan ibadah haji. Semasa hidup, nasehat Mbah Moen kepada kaum muslim agar punya cita-cita meninggal dengan Husnul Khotimah. Beliau mempunyai keinginan apabila meninggal, bisa meninggal di tanah suci. Hal itu pun akhirnya terwujud, pihak keluarga pun saat dikabari juga sepakat agar Mbah Moen dimakamkan di sana.

Nasehat Mbah Moen Yang Membuat Menyentuh Jiwa

Walaupun Mbah Moen sudah meninggal dunia, namun banyak nasehat yang sering beliau berikan ketika memberikan ceramah. Ketika sedang bersantai dengan keluarga ataupun para santri, perkataan beliau pun mengandung banyak pesan. Mereka yang datang ke pesantren, selain silaturahmi pasti juga meminta petuah hidup kepadanya. Mbah Moen sering memberikan nasehat dalam bahasa Jawa.

Nasehat Mbah Moen Tentang Hidup Di Dunia Sementara

Nasehat Mbah Moen tentang hidup hanya sementara saja adalah wong urip nang ndunyo iku ono seneng ugo susahe. Kabeh iku supoyo menungso biso cedak marang Gustine. Ananging nang akhirat yen seneng yo seneng saklawase nang suargo, tapi nak susah yo susah sak lawase nang neroko.

Artinya yaitu orang hidup di dunia ada susah dan senangnya. Semua itu ada agar manusia bisa selalu berusaha mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Tapi jika di akhirat kalau senang ya selamanya senang di surga. Tapi kalau susah ya bakal susah selamanya di neraka.

Nasehat Tentang Keikhlasan

Nasehat Mbah Moen tentang yang selalu mengingat kan agar selalu ikhlas dalam mengajarkan agama Islam. Zaman mbiyen, Yahudi iku gelem nak kon ngajar anggere diwenehi bayaran. Ning saiki akeh poro kyai sing rokokan ngalor ngidul ora gelem mulang. Nanging gelem mulang nak dibayar.

Artinya dulu itu orang Yahudi mau mengajar kalau dibayar, mereka pintar tapi jika tidak dibayar ya tidak mau mengajar. Tapi sekarang banyak para kyai yang merokok mondar-mandir tidak mau mengajar kalau tidak dibayar. Jika Mbah Moen berkata demikian maka jamaah menanggapi dengan senyuman.

Nasehat Agar Selalu Bersyukur

Ada juga nasehat Mbah Moen yang mengajarkan agar selalu bersyukur. Wong Islam iku kanggone deknen nak lagi susah iku kudu disabari, nak lagi bungah yo kudu disyukuri. Artinya yaitu orang Islam itu jika mengalami kesusahan harus senantiasa bersabar. Tapi jika sedang bahagia jangan lupa juga untuk bersyukur.

Nasehat Agar Menjauhi Dosa Sekecil Apa pun

Sakapik-apike wong taqwo iku ora bakal numindakke doso, arep kuwi doso sing cilik utowo doso sing gede. Artinya adalah sebagus-bagusnya orang yang bertakwa pada Allah yaitu orang tersebut tidak akan berbuat dosa. Baik dosa besar maupun dosa yang dianggap kecil.

Nasehat Agar Berbagi Dengan Fakir Miskin

Nasehat Mbah Moen yang didapat dari ayahnya yaitu “wong iku akeh-akehe podo ngerti bab siji tok, nanging ora ngerti bab liyane. Koyo wong haji sing ngerti perkoro kaji tok utowo bab mbangun masjid yo perkoro iki tok. Nanging ora podo ngerti nak sodaqoh iku yo sing kanggo wong miskin barang.”

Artinya yaitu banyak orang yang hanya jika amal ya hanya bab tertentu saja. Misalnya ibadah yang berpatokan ibadah haji dan ibadah lainnya. Sedekah ya paling utama adalah pembangunan masjid. Namun mereka tidak tahu bahwa sedekah itu ada yang diperuntukkan untuk fakir miskin.

Nasehat Agar Selalu Berlaku Jujur

Mbah Moen adalah sosok yang menjunjung tinggi kejujuran. Nasehat Mbah Moen tentang kejujuran yaitu “wong kang apik iku deke ora mungkin wani nyepelekake bab dosa, senajan to dosa iku mung cilik.” Artinya yaitu bahwa orang baik itu adalah orang yang tidak berani menyepelekan dosa. Tidak peduli dosa itu hanya dosa kecil.

Nasehat Agar Beribadah Dengan Ikhlas

Wong nak nindakke sholat mbengi kog ngajak-ngajak, berati wong iku biso diarani ora patek ikhlas. Amargo bengi iku wayahe wing podo turu, nak sholat berati kudu soko niate dewe. Artinya jika seseorang salat malam dan melakukan ajakan, tandanya orang tersebut kurang ikhlas. Karena malam adalah waktunya untuk tidur, jika niat salat pasti dari keinginan diri sendiri. simak juga tentang Sejarah Kyai Bisri Syansuri

Masih banyak lagi nasehat Mbah Moen yang sering beliau ajarkan setiap dakwah ataupun sedang mengobrol. Itulah sebabnya, meski kini beliau telah tiada tetap saja perkataan beliau sering dijadikan qoute dan sering dipakai untuk menjadi pengingat. Banyak alim ulama yang sangat menghormati beliau dengan mengamalkan kitab-kitab maupun wejangan beliau. Semoga kita meneladani nasehat-nasehat beliau agar dapat menjadi golongan muslim bertakwa.


Posting Komentar untuk "Nasehat Mbah Moen Yang Sering Dijadikan Petuah Para Ulama"

Berlangganan via Email