Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perjalanan Perjuangan Kyai Hasyim Asyari Bagi Agama Dan Negara

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost Perjalanan Perjuangan Kyai Hasyim Asyari Bagi Agama Dan Negara - Nama Kyai Hasim Asyari sudah tidak asing lagi di telinga kita. Beliau merupakan salah satu tokoh besar di Indonesia yang namanya terus dikenang, bahkan dijadikan sebagai pahlawan nasional. Hal itu menjadi suatu yang sangat dimaklumi apabila mengingat seluruh peranan dan jasa yang beliau berikan kepada agama,bangsa, dan negaranya.

Sosoknya yang terkenal sebagai kyai besar pendiri salah satu pondok besar di pulau Jawa bahkan di Indonesia tidak hanya menyebarkan dan mengajarkan agama Islam saja. Akan tetapi beliau merupakan sosok agamis yang memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Beliau juga turut mendorong pergerakan sosial politik Indonesia masa itu yang masih berada di tangan penjajah untuk menjadi negara merdeka yang independent. simak juga tentang meninggalnya kyai Maimun Zubair

perjuangan Kyai Hasyim Asyari
perjuangan Kyai Hasyim Asyari

Perjalanan Perjuangan Kyai Hasyim Asyari Bagi Agama Dan Negara

perjalanan perjuangan Kyai Hasyim Asyari tentu tidak dilewati dengan mudah begitu saja. Terdapat banyak rintangan yang menghadangnya karena beberapa faktor yang terjadi pada masa itu. Pada masa itu juga kondisi ekonomi masyarakat juga masih sulit yang di dukung lagi oleh latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah, tekanan dari penjajah untuk tetap ingin menguasai Indonesia, dan faktor lain.

Perjalanan Kyai Hayim Asyari Dalam Membela Agama, Bangsa, Dan Negara

Kyai Hasim Asyari terlahir di Jombang pada tahun 1871 yang merupakan putra dari kyai Asy’ari yang merupakan pemimpin podok pesantren yang terletak di sebelah selatan Kota Jombang dan nyonya Halimah. Beliau lahir dengan latar belakang yang menganut agama Islam dengan teguh dan kuat. Meskipun sebenarnya beliau memiliki darah keturunan Brawijaya v yang merupakan raja dari kerajaan Hindu Majapahit.

Beliau belajar agama dari ayah dan kakeknya yang merupakan pemimpin dari pondok pesantren Nggedong. Selain itu, beliau juga berkelana ke berbagai pesantren lain, di antaranya pesantren Wonokoyo, Pesantren Langitan, Pesantren Trenggilis, Pesantren Kademangan, dan Pesantren Siwalanpanji. Perjuangan Kyai Hasyim Asyari dalam belajar bahkan sampai menimba ilmu hingga ke negeri Mekah secara langsung.

Sepulang dari Mekah, beliau mendirikan podok pesantren sendiri yang bernama Pesantren Tebu Ireng di tahun 1899. Pesantren tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar agama, melainkan juga menjadi tempat dalam bertukar pikiran dengan banyak pihak yang berasal dari berbagai latar belakang dan tempat. Tempat tersebut juga menyerukan murid dan masyarakat untuk menjadi orang beragama yang nasionalis.

Hal tersebut juga menjadi bentuk perjuangan Kyai Hasyim Asyari karena beliau memiliki prinsip jika bangsa Indonesia tidak akan dapat berjaya jika masyarakat dan warganya bodoh dan mau dibodohi oleh pihak lain. Dan menuntut ilmu merupakan cara yang tepat untuk mengubah hal tersebut menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Dengan itu, beliau mendirikan pondok pesantren tersebut sebagai pusat belajar.

Meski podok pesantren menjadi pusat bagi pendidikan agama, namun di dalamnya juga diajarkan ilmu pengetahuan lain dan meningkatkan jiwa nasionalisme santri yang pad masa itu tengah dalam kondisi terjajah. Hingga tempat tersebut juga menjadi tempat perlawanan ketidakmanusiaan dari penjajah Belanda dan Jepang. Kyai Hasyim Asyari sendiri merupakan tokoh yang melawan sistem Seikere pemerintah Jepang.

Seikere merupakan aturan hormat kepada matahari saat matahari tersebut terbit. Dan beliau secara terang-terangan menentang aturan Jepang satu ini. Bentuk perjuangan Kyai Hasyim Asyari dalam melawan penjajah pada awalnya melalui perjuangan kultural dengan mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih Islami tertata dan mampu berpikir secara luas dan mendalam. Sehingga melahirkan critical thinking.

Critical thinking inilah yang mendorong masyarakat itu untuk berpikir lebih kritis dan jauh ke depan. Meskipun tentu terdapat banyak rintangan dari pihak penjajah, salah satunya adalah dengan menghancurkan pondok pesantren karena dianggap dapat membahayakan kolonial dan menjadi pusat pergerakan dan perlawanan rakya. Dan sedihnya pada masa itu, kondisi masyarakat masih dalam keadaan yang terbelakang.

Tidak dapat dipungkiri jika perjuangan Kyai Hasyim Asyari menjadi seorang tokoh motivator dan negosiator yang penting pada masa itu. Hal itu juga yang menjadi dalih dari Belanda jika pesantren menjadi wadah pemberontakan. Hingga yang terburuk adalah dengan Belanda pernah mengacam keselamatan Kyai Hasyim Asyari. Sehingga secara otomatis akan menimbulkan perlawanan dari para santri setianya.

Mereka berusaha keras dengan sepenuh hati untuk menjaga keselamatan dari sang kyai tersebut. Meskipun berhadapan langsung dengan senjata belanda yang jauh lebih lengkap dan modern pada saat itu. Namun, tekad besar yang tertumpuk di dalam hati menjadi modal yang besar untuk mencapai tujuan mereka. Dan hal itu terbukti berhasil dengan terselamatkannya sang kyai mereka dari ancaman Belanda tersebut.

Pada masa penjajahan Belanda berakhir dan diambil alih oleh pemerintah Jepang. Tentu terdapat peraturan yang sengaja dibuat dan diubah yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pada masa itu mereka mengizinkan masyarakat untuk berkumpul dan berorganisasi. Hal tersebut mendorong bentuk perjuangan baru. Hal tersebut juga yang dimanfaatkan dalam perjuangan Kyai Hasyim Asyari untuk bangsa Indonesia.

Hal tersebut dilakukan dengan cara mendirikan organisasi masyarakat yang bernama Masyumi. Masyumi sendiri merupakan organisasi yang lahir di masa Jepang sedang menghadapi kemelut perang yang terjadi di Pasifik. Jepang mengijinkan partai ini untuk berdiri karena Jepang menganaggap dapat organisasi tersebut dapat membantu mereka dalam peperangan. Namun, pada kenyataanya justrus sebaliknyalah yang ada.

Secara aktif Masyumi menjadi tambatan untuk menjadi pergerakan dan perjuangan melawan penjajahan yang terdapat di nusantara. Dan menjadi bentuk usaha perjuangan Kyai Hasyim Asyari yang halus namun memiliki niatan yang terselubung. Meski yang terdaftar dan kelihatan dari luar bahwa Masyumi merupakan organisasi keagamaan biasa. Tapi di dalamnya banyak membicarakan berbagai hal.

Salah satu topiknya adalah untuk dapat menjadi bangsa yang mandiri dan terbebas dari belenggu penindasan penjajah secara mutlak. Dengan itu nayak strategi yang harus dilakukan oleh para anggota. Negosiasi yang diadakan di dalam organisasi maupun dengan tokoh lain di luar organisasi yang memiliki tujuan sama terus dilakukan. Dan hal ini juga berkaitan dengan organisasi besar lain pada masa itu.

Kemerdekaan pada dasarnya telah menjadi hak oleh setiap bangsa. Namun, penjajah tidak akan begitu mudah melepas tanah jajahan yang mampu memberikan banyak keuntungan dalam mendukung kemakmuran negaranya. Untuk itu perlu strategi khusus di bidang diplomasi maupun pergerakan perang secara langsung. Perjuangan Kyai Hasyim Asyari juga mendorong hal besar yang satu ini secara konsisten. simak juga tentang perjalanan Kyai Bisri Syamsuri 

Sungguh besar dan banyak memang perjuangan Kyai Hasyim Asyari dalam mendorong kemerdekaan dan peningkatan kepemahaman dan pengetahuan masyarakat akan agama dan pengetahuan umum. Dan perjalanan perjuanan itu sendiri tentu tidaklah mudah. Terdapat cukup banyak rintangan dan halangan yang dihadapi. Namun dengan doa dan usaha yang konsisten hal tersebut dapat menjadi terwujud.

Posting Komentar untuk "Perjalanan Perjuangan Kyai Hasyim Asyari Bagi Agama Dan Negara"

Berlangganan via Email