Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pesan Penting Sebelum Gus Miek Wafat

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost - Pesan Penting Sebelum Gus Miek Wafat. Berbagai tokoh ulama dan kiai ternama di tanah Jawa memiliki banyak kisah sejarah. Termasuk Gus Miek yang dikenal sebagai kiai besar NU sekaligus pengelola beberapa pondok pesantren di daerah Kediri dan Magelang. Setelah wafatnya Gus Miek tentu ada rasa kehilangan dari sosok terkenal dari Kota Kediri ini.

Memiliki nama lengkap Hamim Tohari Djazuli dan lahir pada 17 Agustus 1940 dikenal sebagai salah satu tokoh Islam berpengaruh di Jawa. Bila kita bandingkan dengan beberapa tokoh kiai besar lainnya tentu saja Gus Miek ini hampir sama seperti seorang Gus Dur. Tidak heran bila saat proses pemakanannya di Aulia Tambak pada 5 Juni 1993 banyak pengikutnya yang mengiringi sampai ke liang lahatnya.

Makam Gus Miek disandingkan dengan beberapa tokoh besar salah satunya KH. Ahmad Shiddiq dari Jember, beserta salah satu Rais Aam NU di tahun 1984 sampai 1991. Sudah pasti dari lokasi makan Gus Miek ini banyak didatangi para jama’ah yang berasal dari banyak daerah terutama di daerah Jawa Timur untuk melihat sekaligus mendoakan beliau.

Gus Miek Wafat
Gus Miek Wafat

Pesan Penting Sebelum Gus Miek Wafat

Semasa hidupnya, Gus Miek ini dikenal memiliki metode dakwah yang berbeda dan unik dibandingkan para kiai lainnya. Meskipun sempat memberi beberapa polemik dan kontradiktif ke semua santrinya, ternyata dari sisi dampak baiknya cukup besar hingga menjelang Gus Miek Wafat.

Dari metode dakwah laku dizikir dan membaca Alquran inilah nama pesantren dan budaya Islam tradisional mengemuka di berbagai daerah khususnya di Jawa Timur. Tidak hanya itu saja, Gus Miek juga pernah berdakwah di beberapa tempat kontroversial diantaranya night club, cofee bar, kemudian diskotik, bahkan di kampung PSK sekalipun.

Dari pusat maksiat dan glamor inilah nama Gus Miek mulai menyebar hingga akhirnya menjelang Gus Miek Wafat banyak memberi inspirasi seputar dakwah yang tidak mengenal batasan tempat. Beberapa tokoh dan pejabat sampai artis sekalipun banyak mengenal sosok Gus Miek sebagai guru ataupun panutan.

Kita dapat melihat beberapa metode dakwah dari Gus Miek ini sanggup menyesuaikan berbagai kondisi dan lapisan masyarakat. Berbekal dari pengalamannya dalam mengajar di pondok pesantren, ternyata Gus Miek ini selalu mendapatkan tempat di semua kalangan masyarakat.

Itulah sebabnya kenapa dari seorang Gus Miek ini mampu berdakwah secara luas ke berbagai tempat maksiat hingga ke beberapa tempat yang dianggap kurang baik sekalipun. Berbagai unsur dakwah yang dibawakan Gus Miek ini terbilang berbeda bahkan ada beberapa pesan agama yang cukup populer di setiap dakwahnya.

Kisa bisa melihat berbagai macam pesan-pesan sebelum Gus Miek wafat yang mana sampai sekarang banyak diterapkan di berbagai kehidupan lapisan masyarakatnya. Dari sinilah Anda perlu mencoba melihat bagaimana pesan amanah yang selalu menghubungkan antara agama dan moralitas kehidupan manusia.

Pesan-Pesan Penting Sebelum Gus Miek Wafat

Dalam beberapa kesempatan berdakwah, Gus Miek selalu menyentil soal kehidupan masyarakat yang masih susah. Bahkan ada banyak tindakan yang masih di luar kebiasaan hidup hingga menjurus ke arah buruk. Dari sinilah kita dapat mencoba bagaimana menerapkan petuah baik dari seorang Gus Miek sebelum wafatnya.

Salah satu petuah yang sering didengar selama berdakwah adalah kita tidak boleh memandang buruk dari semua kesalahan dan perbedaan terhadap orang lain. Karena dari sifat manusia semuanya sama hingga memiliki potensi untuk menjadi seorang pribadi lebih baik lagi. Dari sini, petuah sebelum Gus Miek wafat banyak dikenang dan diingat dari semua santrinya.

Selama ini masalah di masyarakat masih berkutat pada perbedaan derajat hingga mencari-cari kesalahan orang lain tanpa melihat bagaimana potensi orang lain untuk bisa berubah ke arah lebih baik. Potensi baik dalam diri manusia sudah pasti memberi pengalaman hidup tidak sama seperti lainnya.

Setiap manusia tidak memiliki hak untuk memandang buruk terhadap kesalahan hingga perbedaan pada orang lain. Sebelum Gus Miek wafat, juga memberi petuah terhadap santrinya yang mana harus melihat keberagaman masyarakat saat ini yang mana masih sering ada kelompok merasa benar sendiri.

Apalagi dengan meminjam nama Tuhan untuk keperluannya sendiri hingga mengabaikan nilai kemanusiaan dan perbedaan. Unsur-unsur dakwah Gus Miek selalu menyinggung beberapa aspek sosial. Masyarakat pun menerima dengan baik bagaimana gaya dakwah dari seorang kiai ternama ini.

Sikap menang sendiri memang jadi pekerjaan sulit yang ternyata masih terdapat di pribadi manusia. Keberagaman pendapat kemudian dari sisi golongan tertentu juga menjadi bagian utama di setiap unsur dakwah seorang Gus Miek. Tidak jarang sekarang ini ada banyak pesan yang terus dikembangkan di masyarakat seputar bagaimana menghargai perbedaan dengan skala kecil sekalipun.

Gus Miek juga berpesan kepada para santri untuk terus berjalan di dalam kebaikan Tuhan. Sehingga dari beberapa pesan dakwahnya memang tertuju pada aspek kehidupan lebih baik dalam ajaran Islam. Tidak jarang Gus Miek melakukan dakwah ke beberapa tempat maksiat bahkan di satu daerah yang dianggap sebagai sarang maksiat.

Pada generasi muda juga mendapat wejangan dari seorang Gus Miek ini diantaranya harus berpikir bagaimana kalau mati, kemudian aku mati dalam kondisi seperti apa. Dari sinilah kita dituntut untuk bisa berpikir ke masa depan yang mana usia tua menjadi momen penting untuk merubah sifat dan karakter menjadi baik lagi.

Masa-masa tua inilah yang sering diperhitungkan sebagai dasar utama seseorang untuk merubah jalan hidupnya lebih baik. Tidak heran bila sekarang ada banyak konsep penting dalam hidup manusia karena tidak hanya mencari pahala saja, tetapi harus berani melakukan perubahan untuk capai hidup lebih baik.

Setelah Gus Miek wafat inilah ada banyak petuah yang selalu dijadikan pedoman hidup para santri. Sebagai sosok yang dihormati sampai sekarang, tentu saja Gus Miek ini memiliki banyak pedoman hidup yang sebenarnya bisa memberi peluang besar pada siapa saja dalam menjalankan hidup.

Dari semua santri didikan Gus Miek juga diharapkan bisa menjadi pendengar yang baik. Dimana peran seorang pendengar pastinya ingin menata hati dan pikirannya untuk tetap fokus kepada jalan Tuhan. Kemudian harus ada proses pendekatan diri terhadap aturan Tuhan hingga membuat hidup seseorang lebih bermakna.

Secara luas, penuturan dakwah Gus Miek mudah diterima karena masih fokus terhadap kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara menjalankan ibadah dengan tepat. Berkat arahan yang dituturkan oleh Gus Miek inilah banyak kalangan santri mendapat petuah baik dan akhirnya bisa mendapatkan banyak manfaat dan berpengaruh pada hidup mereka. simak juga tentang Mbah Kholil dan Nabi Khiddir

Sekarang sejarah dan kisah Gus Miek Wafat menjadi salah satu momen penting dalam sejarah umat Islam di tanah Jawa. Sebab ada banyak petuah bisa kita dapatkan dan terapkan dari sosok Gus Miek ini. Meskipun dari kisah hidupnya belum banyak diketahui, tetap saja ada peran penting dari seorang Gus Miek ini.

Posting Komentar untuk "Pesan Penting Sebelum Gus Miek Wafat"

Berlangganan via Email