Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Kerajaan Majapahit yang Jaya Pada Masanya Beserta Peninggalannya Hingga Kini

aldanpost - Sejarah Kerajaan Majapahit yang Jaya Pada Masanya menjadikan wilayah Nusantara bersatu serta meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah emas bagi negara ini. Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu terbesar di Indonesia pada abad ke-13. Kerajaan ini berdiri tepat di Kecamatan Trowulan. Keberadaan Majapahit sebab adanya keruntuhan dari Kerajaan Singasari dan gugurnya Kertanegara karena diserang oleh Raja Kediri, yaitu Jayakatwang.

Tercatat dalam sejarah, bahwa Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha terakhir yang telah menguasai wilayah Nusantara. Terhitung tak kurang selama 98 tahun berdiri, sudah membawa kerajaan ini menuju gerbang kejayaan. Sudah banyak raja-raja dari Majapahit yang mampu menyatukan wilayah Nusantara bahkan hingga ke Mancanegara. Kerajaan besar yang mampu memberikan peninggalan yang masih terjaga hingga saat ini. simak juga tentang sejarah Sunan Kudus

Sejarah Kerajaan Majapahit
Sejarah Kerajaan Majapahit

Perjalanan Kejayaan dan Keruntuhan Pada Sejarah Kerajaan Majapahit

Sejarah Kerajaan Majapahit bermula semenjak pendiri Raden Wijaya menyatakan dirinya sebagai Raja Majapahit. Beliau memohon kepada Jayakatwang yang saat itu merupakan sosok yang mengalahkan kerajaan besar, Singasari. Kesempatan ini Raden Wijaya ambil bersama Wiraraja dengan mengumpulkan kekuatan mereka. Akhirnya, kesempatan ini terjawab dengan datangnya tentara Cina yang dikirim untuk menghukum Kertanegara saat itu.

Melalui mereka, Raden Wijaya meminta tentara Cina untuk menempus Jayakatwang yang dinyatakan penerus Kertanegara. Jayakatwang pun menyerah kepada tentara Cina dan akhirnya Raden Wijaya pun menumpas habis tentara Cina tersebut. Semenjak itulah sejarah berdirinya kerajaan Majapahit dan Raden Wijaya menjadi Raja pertama pada tahun 1293 M. Kerajaan ini dibangun tepat di atas Hutan Terik, di sekitar tepian sungai Brantas.

Uniknya, Sejarah Kerajaan Majapahit ini memiliki makna sendiri dalam penamaan kerajaannya. Majapahit ini ternyata berasal dari kata “buah maja yang memiliki rasa pahit.” Buah ini sering dijumpai di daerah hutan tempat dimana kerajaan ini berdiri. Pada awalnya, Kerajaan Majapahit berpusat di Mojokerto dan dipindahkan ke Triwulan pada era ketika dikuasai Jayanegara. Lalu, sekitar tahun 1456 Ibukota Kerajaan Majapahit dipindahkan kembali ke Kediri.

Berdiri selama dua abad lamanya, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun raja yang telah menguasai kerajaan Majapahit ini. Banyak pemberontakan dan kecaman yang mereka alami dalam mempertahankan berdirinya Kerajaan Majapahit. Berikut daftar nama Raja-Raja yang telah memimpin Kerajaan Majapahit.

  • Raden Wijaya (Menjabat tahun 1293-1309 M)
  • Jayanegara (Menjabat tahun 1309-1328 M)
  • Tribuana Tunggadewi (Menjabat tahun 1328-1350 M)
  • Hayam Wuruk (Menjabat tahun 1350-1389 M)
  • Kusumawardani Wikramawardhana (Menjabat tahun 1389-1399 M)
  • Suhita (Menjabat tahun 1399-1429 M)
  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya (Menjabat tahun 1447-1451 M)
  • Rajasawardhana (Menjabat tahun 1451-1453 M)
  • Purwawisesa (Menjabat tahun 1456-1466 M)
  • Kertabumi (Menjabat tahun 1466-1478 M)

Sejarah Kerajaan Majapahit mencapai pada masa keemasannya terjadi ketika dipegang oleh Raja Hayam Wuruk. Beliau memiliki semangat muda yang sangat berkobar dalam kekuasaannya. Hayam Wuruk dinobatkan sebagai Raja Majapahit sejak menginjak usia 16 tahun. Hayam Wuruk merupakan cicit dari Raden Wijaya dan beliau memiliki karakter diri yang tangguh dan bijaksana. Hayam Wuruk menobatkan patihnya yang bernama Gajah Mada untuk mempersatukan wilayah Nusantara saat itu.

Dalam rasa tekad berjuang dalam diri Mahapatih Gajah Mada, ia pun menggemakan sumpahnya yang dikenal dengan sebutan “Sumpah Palapa.” Sumpah ini merupakan janji akan seorang Gajah Mada bahwa ia tidak akan memakan buah palapa sampai ia mampu memperluas wilayah Nusantara. Terbukti, sejarah mencatat bahwa Kerajaan Majapahit berhasil mencapai tujuannya dan menjadi kerajaan terbesar pada eranya saat itu.

Kerajaan Majapahit berhasil menduduki hampir seluruh wilayah di Nusantara, bahkan memperluas kekuasaannya hingga ke Thailand, Singapura, dan Malaysia. Hayam Wuruk berupaya meningkatkan kesejahteraan penduduknya dengan membangun bendungan, saluran pengairan, dan pembukaan tanah baru untuk bidang pertanian. Inilah yang membuat Sejarah Kerajaan Majapahit jaya pada masanya.

Waktu pun terus berjalan dan Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran secara perlahan. Pada awalnya terjadi konflik ringan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada karena peristiwa perang Bubat pada masanya. Konflik ini terjadi ketika Hayam Wuruk ingin menikahi anak dari Kerajaan Sunda bernama Dyah Pitaloka Citraresmi.

Namun, ternyata kenyataan membawa bahwa putri dan Raja Sunda meninggal akibat perang itu. Bahkan seluruh rombongan kerajaan Sunda pun tewas. Hal ini dituding karena perselisihan antara Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana. Akibat dari peristiwa ini Gajah Mada mengalami berbagai kecaman dan tentangan dari bangsawan Majapahit. Disinilah Sejarah Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran karena Gajah Mada pun mundur saat itu.

Setelah Hayam Wuruk wafat tahun 1389, Kerajaan Majapahit pun mengalami kemunduran. Hal ini ditandai karena adanya pertentangan yang dibuktikan adanya perang Paregreg untuk memperebutkan kekuasaan Hayam Wuruk pasca beliau wafat. Disinyalir pula bahwa sudah banyak kerajaan Islam yang menduduki Nusantara saat itu. Majapahit pun hilang kedudukannya setelah keberadaan Kerajaan Demak oleh Pati Unus dan mengambil alih pemerintahan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Majapahit Abadi Hingga Kini

Candi Wringin Lawang

Tempat yang menarik dan kaya akan Sejarah Kerajaan Majapahit ini wajib dikunjungi oleh Anda. Candi Wringin Lawang ini bisa ditemui dan berada di Dukuh Wringinlawang. Candi ini memang berbentuk seperti pintu, sesuai dengan namanya Wringin Lawang yang artinya candi yang berbentuk pintu. Disini tak hanya sebuah gapura bisa ditemukan, namun sering dijadikan tempat bagi warga yang berdoa dan meletakkan sesajennya di candi ini.

Museum Trowulan Mojokerto

Untuk menjaga peninggalan Majapahit, pada tahun 1924  R.A.A Kromodjojo beserta Ir. Henry Mcline Point seorang arsitek dari Belanda membangun Museum. Di dalam candi ini seluruh peninggalan cagar budaya kerajaan Majapahit bisa Anda temui. Ada banyak sekali artefak dan arca yang terjaga keasliannya. Di dalam museum terdapat koleksi tanah liat, koleksi keramik dari berbagai negara asing, koleksi logam dan koleksi batu yang dibuat beberapa klasifikasi komponennya.

Candi Brahu

Candi ini tepatnya ada di Dukuh Jambu Mente, tepatnya di Desa Bejijong. Konon, disebut dengan bangunan suci karena prasasti ini digunakan untuk pembakaran jenazah dari raja-raja yang berkuasa di Majapahit. Bangunan Sejarah Kerajaan Majapahit ini dibuat oleh Mpu Sendok dan didesain dengan memakai budaya Buddha dan menghadap ke utara dengan memakai batu merah sepanjang 22,5 m, lebar 18 m dan tinggi mencapai 20 m.

Candi Tikus

Candi ini bisa ditemukan di Trowulan dan lokasinya sama seperti Candi Brahu. Candi ini ternyata dibangun di bawah tanah dan pada akhirnya ditemukan setelah digali pada tahun 1914. Nama candinya yang unik, karena dahulu banyak masyarakat yang mengira bahwa bangunan itu adalah sarang tikus. Namun, menurut catatan arkeolog candi ini biasa digunakan untuk pemandian keluarga kerajaan dan tempat penampungan air untuk warga Trowulan.

Itulah ulasan ringkas dan lengkap mengenai Sejarah Kerajaan Majapahit yang menjadi Imperium terbesar pada masanya. Peninggalan Kerajaan Majapahit di atas penting untuk kita ketahui dan mesti dilestarikan kekayaannya agar tidak luntur dan punah. Sangat penting sekali bagi kita untuk mengetahui sejarah kerajaan di Nusantara agar mengetahui bagaimana perjuangan tangguh tokoh-tokoh yang hebat pada masa dahulu.

Posting Komentar untuk "Sejarah Kerajaan Majapahit yang Jaya Pada Masanya Beserta Peninggalannya Hingga Kini"

Berlangganan via Email