Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Peninggalan Sunan Giri, Jangan Sampai Ketinggalan Kisahnya!

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost - Sunan Giri adalah salah satu tokoh Walisongo atau wali Sembilan yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Beliau memiliki nama asli Raden Paku dan nama lainnya yakni Sultan Abdul Faqih, Joko Samudra, Prabu Satmata, dan Raden Ainul Yaqin. Sunan Giri merupakan seseorang yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di pulau Jawa. Khususnya di daerah desa Giri, kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Peninggalan Sunan Giri sampai saat ini juga ada disana. Sunan Giri dilahirkan oleh seorang ibu bernama Dewi Sekardadu dan ayahnya Maulana Ishaq. Ayahnya Maulana Ishaq adalah salah satu mubaligh islam yang berasal dari Asia Tengah yang menikah dengan seorang putri Prabu Menak Sembuyu. Dan tengah berkuasa di wilayah Blambangan pada masa kerajaan Majapahit. 

Peninggalan Sunan Giri

Riwayat Sunan Giri

Beberapa pendapat menyatakan bahwa Sunan Giri masih termasuk keturunan Rasulullah SAW. Pendapat ini didasarkan pada catatan nasab Sa’adah Baalawi Hadramaut yang ada di pesantren-pesantren wilayah Jawa Timur. Jika dilihat dalam Hikayat Banjar beliau adalah salah satu cucu dari Putri Pasai dan Dipati Hangrok. Semua itu bisa diketahui dari peninggalan peninggalan sunan Giri yang ada.

Saat Sunan Giri berusia kurang lebih sekitar 7 tahun, beliau dititipkan di padepokan Sunan Ampel di wilayah Kota Surabaya. Ini bertujuan agar Sunan Giri dapat mempelajari agama Islam lebih dalam. Selama berada di padepokan Sunan Ampel untuk belajar agama Islam. Sunan Giri diberi nama Maulana Ainul Yaqin sebab beliau adalah murid yang paling cerdas. 

Beliau mendalami agama Islam di padepokan ini selama bertahun-tahun. Hingga pada suatu waktu, Sunan Ampel mengutus Sunan Giri dan anaknya yakni Raden Maulana Maksum untuk belajar agama Islam lebih dalam di Makkah. Tapi, sebelum belajar ke Makkah, Sunan Giri harus menemui Syekh Maulana Ishaq atau ayahnya di Pasai. 

Kemudian setelah 7 tahun Sunan Giri belajar agama Islam di Pasai, Maulana Ishaq memberikan segenggam tanah dan diamanahkan untuk membangun pesantren di sebuah daerah yang memiliki tanah dengan bau, warna dan tekstur yang sama. Selanjutnya beliau bertafakur selama 40 hari untuk memohon petunjuk kepada Allah. 

Pada akhirnya Sunan Giri mendirikan sebuah pesantren yang nantinya menjadi salah satu peninggalan Sunan Giri di wilayah perbukitan Desa Sidomukti, sebelah selatan Gresik. Dalam sejarahnya pesantren peninggalan sunan giri tersebut berada di daerah pelosok Jawa. Akan tetapi, para santri yang menuntut ilmu berasal dari berbagai daerah seperti Madura, Sulawesi, Lombok, Kalimantan, hingga Maluku. Bahkan menurut pernyataan Babad Tanah Jawa, santri Sunan Giri ada yang berasal dari negara Mesir, China dan juga Arab. 

Kisah Perjuangan Dan Metode Dakwah Sunan Giri

Sunan Giri membangun pesantren di daerah perbukitan tinggi, namun demikian seiring berjalannya waktu pesantren tersebut semakin terkenal di seluruh nusantara. Pesantren ini juga termasuk salah satu peninggalan sunan Giri. 

Bahkan kurang lebih baru 3 bulan berjalan pesantren tersebut telah dibanjiri oleh santri untuk menuntut ilmu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Disebabkan banyak murid yang menuntut ilmu agama islam di pesantren, maka membuat tempat tersebut semakin terkenal. Hal inilah yang memudahkan Sunan Giri untuk melakukan dakwah di Pulau Jawa. 

Mengingat beliau adalah salah satu orang yang memiliki pengaruh kuat terhadap kerajaan-kerajaan Islam baik yang ada di pulau Jawa ataupun di luar pulau Jawa. Hingga beliau mendirikan sebuah kerajaan yang dinamakan dengan Giri Keraton yang menjadi salah satu peninggalan Sunan Giri. Akan tetapi, kerajaan tersebut hanya bertahan hingga 200 tahun saja.  

Metode Dakwah

Ketika itu, pusat Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam berada di kerajaan Giri Keraton, sehingga di dalam kerajaan ini banyak sekali yang memeluk agama Islam. Kebanyakan Para penyebar agama Islam di Indonesia lebih banyak memakai metode dengan mendirikan pondok pesantren, sama halnya dengan yang dilakukan Sunan Giri. 

Beliau mendirikan pesantren selain sebagai tempat untuk menuntut ilmu juga untuk menyebarkan agama islam dengan cara mendidik anak-anak dengan memperdalam ilmu agama Islam. Dalam dakwahnya Sunan Giri menciptakan beberapa lagu anak-anak yang tujuannya agar anak-anak semakin mudah dalam menyerap pelajaran agama islam. Lagu tersebut juga bisa disebut dengan salah satu peninggalan sunan giri. 

Tidak hanya lagu anak-anak saja yang beliau ciptakan, bahkan beberapa permainan dalam meainkannya dimasukkan unsur agama Islam. Permainan tersebut diantaranya yakni Jelungan atau disebut Jitungan yang hingga saat ini masih dikenal di Masayarakat Jawa Timur. 

Dalam memainkan permainan Jitungan terdapat symbol satu tonggak kayu dan pohon yang sangat kuat. Beberapa lagu anak-anak hasil ciptaan sunan giri yang sampai sekarang terkenal ialah Dolanan Bocah dengan lagu Lir Ilir. Dimana kedua lagu tersebut memasukkan unsur-unsur agama islam dalam liriknya. 

Peninggalan Sunan Giri

Dalam sejarahnya peninggalan Sunan Giri dapat dibilang hanya beberapa orang yang mengetahuinya. Mungkin beberapa orang tersebut memang beranggapan bahwa Sunan Giri hanyalah salah satu wali songo yang hanya berperan dalam menyebarkan agama islam. Padahal apabila kita lihat lebih detail terdapat beberapa peninggalan dari beliau. Peninggalan-peninggalan tersebut diantaranya:

Giri Kedaton

Giri kedaton yang merupakan sebuah keraton sekaligus pesantren di atas sebuah perbukitan ini menjadi peninggalan Sunan Giri yang pertama. Menurut sejarah Giri Kedaton adalah kerajaan yang hanya bertahan dari beberapa generasi. Bahkan ini menjadi salah satu pihak yang pernah berperang melawan penjajah Belanda. 

Sesuai uraian di atas, lokasi dari Giri Kedaton berada di tempat yang cukup strategis. Hingga membuat tempat ini cukup terkenal sebagai pesantren kala itu. Posisi tepatnya berlokasi di tempat paling tinggi yang ada di Gresik, yakni di desa Sidomukti. 

Sayangnya saat ini peninggalan sunan Giri Kedaton hanyalah tinggal sisa-sisanya saja. Memang pemerintah pernah melakukan penggalian di lokasi tersebut. selain itu, situs ini dapat dikatakan sudah tidak orisinil lagi. Hal ini karena di bagian atas Giri Kedaton telah dibangun mushola dan jalan menuju bukit ini telah dirombak menjadi tangga.  

Masjid Sunan Giri

Peninggalan Sunan Giri selanjutnya yaitu masjid Sunan Giri. Untuk peninggalan yang satu ini tentunya sudah banyak yang mengetahui. Terlebih lokasinya memang berada di sebelah makam Sunan Giri. Bagian masjid yang benar-benar menjadi peninggalan dari beliau adalah masjid bagian tengah. Dimana masjid ini dalam arsitekturnya cukup unik, yaitu perpaduan antara budaya hindu dan budaya islam yang terlihat pada bagian atapnya.

Telogo Pegat

Telogo Pegat merupakan sebuah telaga yang disejarahkan menjadi salah satu peninggalan Sunan Giri. Peninggalan ini berada di kawasan Giri, Kebomas yang kokon katanya sejak dulu hingga sekarang telaga ini tidak pernah surut meskipun terjadi musim kemarau berkepanjangan.

Museum Sunan Giri

Sebenarnya dari semua peninggalan Sunan Giri, telah tersimpan secara rapi disebuah museum bernama Museum Sunan Giri. Museum ini berlokasi di dekat alun-alun kota Gresik. Lebih tepatnya berada di terminal bus Maulana Malik Ibrahim. Sayangnya museum ini kurang terawat dan terjaga dengan baik. 

Padahal di dalamnya cukup banyak peninggalan dan koleksi bersejarah berkaitan dengan Sunan Giri. Koleksi tersebut diantaranya berupa Sajadah, Surban, pelana kuda Sunan Giri, al-Qur’an tulisan tangan dan lain sebagainya. 

Demikianlah kisah peninggalan Sunan Giri yang perlu Anda simak sebagai referensi sejarah perkembangan islam di Indonesia. Semoga bermanfaat dan dapatkan informasi menarik tentang islam di Alhuda14.net.

Posting Komentar untuk " Peninggalan Sunan Giri, Jangan Sampai Ketinggalan Kisahnya!"

Berlangganan via Email