Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wajib Tahu! Begini Pesan Kyai Hamid Pasuruan

Daftar Isi [Tampil]

aldanpost - Wajib Tahu! Begini Pesan Kyai Hamid Pasuruan- Kyai Hamid Pasuruan merupakan salah satu tokoh ulama yang sangat dihormati dan menjadi teladan masyarakat. Beliau terkenal memiliki kedalaman dan keluasan ilmu agama. Kyai Hamid juga sangat sabar, jarang marah, serta memiliki tutur kata yang lembut. Karenanya jangan heran, bila setiap tahunnya masyarakat dari berbagai daerah berdatangan ke acara haul ulama besar ini.

Bahkan, sejumlah jamah haul mulai berdatangan sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan haul Kyai Hamid Pasuruan. Ini karena sifat, konsistensi juga kearifan Kyai Hamid telah menginspirasi masyarakat secara luas. Beliau bahkan dinilai sebagai seorang wali secara muttafaq ‘alaih. Menariknya, tokoh ulama berpengaruh seperti ayah Gus Mus, Kyai Bisri Mustofa dan Kyai Ali Maksum, yang juga merupakan sahabat karib Kyai Hamid mengakui kewalian beliau. 

Pesan Kyai Hamid Pasuruan
Pesan Kyai Hamid Pasuruan

Ini Biografi Dan Pesan Kyai Hamid Pasuruan

Peringatan haul yang ke-39 dari  ulama kharismatik KH Abdul Hamid bin Abdulloh Umar, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan Jawa Timur ini telah diselenggarakan pada tanggal 6 November 2020 yang lalu. Banyak tokoh nasional yang juga ikut menghadiri acara yang dilakukan secara virtual ini. Pesan Kyai Hamid Pasuruan kembali digaungkan dan menjadi pengingat bagi generasi milenial saat ini.

Nama asli Kyai Hamid awalnya adalah Abdul Mu’thi ibn Abdullah Ibn Umar Basyaiban. Nama ini mengalami perubahan setelah beliau menunaikan ibadah haji yaitu Abdul Hamid yang kemudian berubah kembali menjadi Hamid. Pada akhirnya beliau lebih tersohor dengan nama Kyai Hamid. Beliau lahir sekitar tahun 1914 M/1333 H di Desa Sumber Gerang yang terletak di Kota Rembang Jawa Tengah dari pasangan Kyai Abdullah dan NyaiRaihanah.

Jika ditilik dari sisi sosiologis, Kyai Hamid sejak awal memang tumbuh dalam tradisi pesantren yang kental. Terlebih lagi, Kyai Hamid juga menjalani fase pengembaraan ilmu di berbagai pesantren. Oleh karena itu, beliau pun terkenal memiliki keluasan ilmu dan akhlak yang mulia. Berikut ini beberapa pesan Kyai Hamid Pasuruan yang bukan hanya berupa amalan maupun ijazah namun juga berupa keteladanan yang beliau terapkan dalam prilaku sehari-sehari.

Pesan Kyai Hamid Pasuruan Untuk Membaca Al-Fatihah 100 Kali

Menurut Kyai Hamid, orang yang membaca Al-Fatihah 100 Kali akan mendapatkan berbagai keajaiban yang tak disangka-sangka dalam hidupnya. Amalan ini dapat dilakukan setelah sholat Subuh 30 kali, selepas shalat Dzuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.

Ijazah Wirid Dari Kyai Hamid

Kyai Hamid dikenal senang memberikan ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah atau pesan Kyai Hamid Pasuruan ini diberikan secara langsung oleh beliau. Namun beliau juga pernah memberi ijazah melalui wasilah orang lain. Beberapa diantara ijazah wirid beliau adalah membaca wirid rutin al-Wirdul Lathif dan Ratib Al-Haddad, sholawat 1000 kali, membaca hasbunallah wa nikmal wakil, serta membaca kitab Dala’ilul Khairat,.

Salat Subuh Berjamaah

Diceritakan suatu hari Kyai Hamid Pasuruan pernah ditanya oleh seseorang yang bertamu kepada beliau tentang rezeki dan cara hidup berbahagia. Kyai Hamid pun meminta orang tersebut untuk selalu melaksanakan salat subuh berjamaah barang untuk setengah tahun lamanya. Beliau menjamin kehidupan tamu tersebut pasti lebih banyak berbahagia daripada melaratnya. Karenanya Kyai Hamid mengatakan tidak perlu bertanya lagi dan meminta tamu tersebut pulang.

Bersikap Sabar

Seperti yang disebutkan sebelumnya pesan Kyai Hamid Pasuruan bukan hanya berupa pesan tersirat yang langsung beliau katakan. Beliau juga memberi contoh keteladan yang dicerminkan melalui sikap dan prilaku beliau sehari-hari. Diantaranya yaitu sikap sabar. Kyai Hamid dikenal sebagai orang yang sangat sabar. Beliau digambarkan sebagai sosok yang berhati lembut dan mudah tersentuh.

Bersikap Tawadlu

Kyai Hamid kerap kali mengajarkan sikap tawadlu kepada santri-santrinya dengan mengutip ajaran Imam Ibnu Atha’illah pada kitab Al-Hikam. Yang isinya adalah pentingnya untuk tidak menonjolakan diri. Hal ini telah beliau buktikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada undangan, beliau memilih duduk bersama orang biasa di belakang. Di masjid, dimana ada tempat kosong di situ beliau duduk.

Falsafah Pohon Kelapa

Kyai Hamid juga acap kali mengajarkan nasihat kepada santri-santrinya dengan menggunakan perumpamaan pohon kelapa. Pesan Kyai Hamid Pasuruan ini juga sering disebut sebagai Falsafah Pohon Kelapa. Beliau mengungkapkan bahwa sudah menjadi sunnatullah, jika semua bunga kelapa (manggar) menjadi kelapa maka dapat dipastikan yang tak kuat pohonnya, atau buahnya menjadi kecil-kecil.

Bahwa pohon kelapa pada tahap berbunga (manggar), lalu terkena angin akan menjadi rontok. Namun meski demikian, tetap ada yang berbuah menjadi cengkir. Kemudian rontok lagi. Yang tidak rontok jadi degan. Kemudian jadi kelapa. Ini menjadi  gambaran bahwa dalam belajar dan mencari ilmu, banyak tantangan dan hambatan yang akan dilalui. Karenanya meski menggunakan metode pembelajaran yang sama, hasilnya tetap berbeda satu sama lainnya.

Meski demikian, semuanya tetap dapat bermanfaat sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Sehingga tidak perlu merasa khawatir jika baru menjadi cengkir dan belum bisa menjadi degan. Demikianlah keindahan pesan Kyai Hamid Pasuruan yang telah dikenal khalayak umum.

Kyai Hamid, Ulama Paripurna Yang Mengamalkan Ilmunya

Sekarang ini ada banyak orang alim yang tidak mengajarkan ilmunya dengan tekun. Beberapa bahkan tidak mengamalkan ilmunya. Sebagian lagi kebanyakan orang yang tidak secara maksimal mengajarkan dan atau mengamalkan ilmunya. Misalnya, semua Kyai biasanya menguasai ilmu bahasa dan sastra (Sharaf, Nahwu, Balaghah, dan Arudl), namun tidak banyak Kyai yang menuliskan sebuah karya sastra.

Mencari ilmu dan mengamalkannya secara positif menjadi salah satu pesan Kyai Hamid Pasuruan yang paling penting. Pastinya tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu warisan Kyai Hamid merupakan naskah lengkap antologi puisi yang kemudian dibukukan dengan judul Kitab Nazham Sullam at-Taufiq. Kitab ini merupakan gubahan dari kitab Sullam at-Taufiq karya Syeh Abdullah Al-Husain Ba Alwi Al-Hadhrami (1778-1855).

Kitab ini sendiri berisikan pembahasan mengenai tauhid, tasawuf dan fiqh. Selain itu Kyai Hamid juga dikenal sebagai orang yang zuhud meskipun juga tidak lantas sama sekali menolak keduniawian. Beliau tidak mau menerima ketika seorang pengusaha ingin memberikan beliau sebuah mobil mewah, namun tidak menolak untuk menaikinya. Beliau juga mengenakan pakaian degan rapi.

Dari pribadi Kyai Hamid, dapat disimpulkan bahwa penghayatan dan pengamalan ilmu tersebut telah beliau latih sejak Kyai Hamid masih menjadi santri. Demikian halnya dengan luas nya pergaulan yang juga membangun pribadi beliau, telah beliau jalani sejak muda. Sehingga beliau menjadi panutan yang menghargai manusia sebagai manusia. Ini juga menjadi salah satu pesan Kyai Hamid Pasuruan yang beliau terapkan dalam kehidupan.

Dari seluruh pengamalan ilmu yang beliau terapkan tersebut akhirnya membuahkan kearifan yang dewasa ini sangat sulit dijumpai di kalangan tokoh-tokoh besar lainnya. Nah, Demikian tadi ulasan lengkap mengenai biografi dan pesan Kyai Hamid Pasuruan yang harus diketahui dan sebaiknya juga diamalkan. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Wajib Tahu! Begini Pesan Kyai Hamid Pasuruan"

Berlangganan via Email