Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Untuk Pemula

Daftar Isi [Tampil]

Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal - Budidaya atau ternak lele merupakan sebuah bisnis bagus dan banyak yang meliriknya di tengah masyarakat kita. Lantaran penjualan ikan lele sendiri cukup mudah dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Bisa dilihat sendiri dalam keseharian kita. Akan ada banyak orang yang mengkonsumsi lele setiap harinya. Bisa ribuan ekor lele yang di konsumsi dalam waktu sehari di Indonesia. Memang untuk menu lele sendiri di pasaran merupakan salah satu menu yang spesial di tengah masyarakat. 

Selain pangsa pasar yang bagus, budidaya ikan lele banyak yang melirik karena proses budidaya yang cukup mudah. Bahkan untuk Anda yang seorang pemula bisa segera memulainya. Budiaya lele bisa dilakukan dengan berbagai media. Hal ini akan memudahkan Anda yang mungkin tidak ada lahan untuk kolam dan sejenisnya. Anda bisa melakukannya di ember, drum, kolam terpal dan beberapa jenis media lainnya. Dengan kemampuan bertahan hidup yang bagus dari ikan lele memang menjadi kemudahan tersendiri bagi para pembudidaya.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya lele yang paling banyak dilakukan ditengah masyarakat kita. Yakni dengan melakukan budidaya lele pada kolam terpal. 

Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Untuk Pemula

budidaya lele kolam terpal

Cara budidaya lele dengan media kolam terpal ini bisa Anda lakukan untuk meminimalisir penggunaan lahan yang sempit dengan memanfaatkan media terpal. Ini cocok juga bagi Anda yang tidak ingin ribet dengan kolam beton. Selain itu biaya yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya lele dengan terpal jauh lebih murah dibandingkan dengan kolam tanah atau beton. Untuk langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut : 

1. Siapkan Lahan Dan Media Kolam Terpal

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan dan juga kolam terpal terlebih dahulu. Pertama-tama lihat seberapa luas Anda punya lahan. Setelah itu baru Anda membeli terpal yang ukurannya sesuai dengan lahan yang Anda miliki tersebut. Atau Anda bisa sesuaikan juga dengan jumlah ikan lele yang nantinya akan Anda budidayakan. 

Siapkan pagar kolam terpal dengan menggunakan susunan bata atau kayu. Anda bisa membuatnya dengan desain persegi atau melingkar sesuai dengan keinginan. Buatlah pagar keliling kolam terpal tersbut secara kuat. Anda bisa juga menggunakan bata yang permanen dengan beton apabila lokasi tersebut paten dan tidak dipindah-pindah. Atau memagarinya dengan kayu yang tertancap kuat dengan tanah.

Buatlah kolam tersebut secara nyaman untuk akses Anda memberikan ikan pada lele nantinya. Kemudian pertimbangkan juga agar kolam bisa terkena cahaya matahari, ini penting untuk perkembangan ikan lele yang lebih maksimal. 

2. Pengisian Air Pada Kolam Terpal

Setelah kolam sudah siap Anda bisa mengisinya dengan air. Isikan air dalam kolam terpal tersebut maksimal 3/4 dari besaran kolam terpal yang dibuat. Jangan terlalu penuh untuk menghindari ikan lele melompat keluar. Selain itu jangan terlalu sedikit agar ikan lele yang Anda ternak jumlahnya bisa maksimal. 

Dalam memasukkan atau pengisian air, pertimbangkan juga kadar PH air sebelum Anda menaburkan benih. Anda bisa mengeceknya dengan PH meter dan memastikan bahwa kadar PH dalam kolam adalah normal.

Bicara masalah air, buatlah kolam terpal yang ada buka tutup untuk pengurasan air tersebut. Ini akan memudahkan Anda dalam menguras air dalam kolam terpal dan melakukan penggantian air. Penting bagi Anda untuk melakukan ini agar perkembang  biakan ikan lele bisa lebih maksimal.

3. Pemilihan Dan Penebaran Benih Ikan Lele

Jika kolam terpal sudah sepenuhnya siap, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan memilih dan menebarkan benih ikan lele. Untuk bibit ikan lele sendiri pilihlah dengan ukuran sedang agar pemeliharaan lebih mudah dan pertumbuhan serta keuntungan lebih maksimal. Untuk ukuran bibit lele yang bagus adalah ukuran 7cm sampai dengan 10cm, karena ukurang tersebut cukup dekat jaraknya dengan masa panen.

Jangan asal-asalan dalam penebaran benih ikan lele, teknik penebaran benih bisa Anda lakukan sebagai berikut :

  • Pindahkan ikan lele sedikit demi sedikit ke ember
  • Taruh ember pelan-pelan ke dalam kolam terpal
  • Biarkan ikan lele tersebut berpindah dengan sendirinya
  • Usahakan pemindahan jangan terlalu cepat untuk menghindari lele stress atau sakit jiwa
  • Lakukan pemindahan pada pagi hari atau malam hari karena suhu air cukup bagus untuk bibit lele
Lakukan beberapa tahapan diatas agar pemindahan lele tidak memakan korban.

4. Perawatan Ikan Lele

Langkah selanjutnya setelah Anda selesai menaruh bibit lele dalam kolam adalah perawatan. Perawatan ikan lele sendiri dimulai dari memberi pakan secara rutin dan juga melakukan penggantian air secara berkala. 

Pada pemberian pakan ikan lele, gunakanlah pakan yang bagus. Utamakan memberinya pakan dengan pelet, karena pelet adalah pakan yang rekomended dari para pembudidaya lele sukses. Gunakan pelet jenis 781-1. Lalu untuk jadwal pemberian pakan ikan lele yang bagus adalah : 

  • Pukul 7 pagi
  • Pukul 5 sore
  • Pukul 10 malam

Hindari pemberian pakan pada siang hari saat terik matahari karena tidak bagus untuk perkembangbiakan lele. 

Selanjutnya dalam hal perawatan juga memperhatikan volume air dari kolam terpal itu sendiri. Yang pasti ikan lele akan terus tumbuh, jadi volume ikan lele juga harus ditambah. Untuk perhitungan penambahan volume air adalah 50% dalam waktu 1 bulan. 

Contohnya jika air bulan pertama ketinggan 50cm, maka setelah satu bulan Anda tambah menjadi 75 cm, setelah sebulan lagi Anda tambah menjadi 125cm. Hal ini bertujuan agar air mencukupi untuk perkembangan lele yang semakin besar.

5. Panen Ikan Lele

Salah satu hal yang harus Anda ketahui pada saat melakukan budidaya lele adalah tahu kapan waktu panen. Untuk bibit lele yang rekomended yakni sepanjang 7 - 10cm, maka waktu panen adalah 2 hingga maksimal 3 bulan. Jika prosesnya semuanya Anda lakukan dengan benar, masa panen tersebut sudah bisa bertumbuh lumayan besar dari saat penebaran benih.

Setelah panen tentu saja Anda akan memikirkan kemana menjualnya. Dan hal ini seharusnya sudah Anda rancang dari awal. Misalkan saja Anda melakukan kerjasama dengan penjual ikan lele, kerjasama dengan rumah makan dan beberapa pihak lain yang membutuhkan pasokan ikan lele. Dengan begitu Anda tidak akan pusing lagi untuk menjual ikan lele tersebut. 

Kesimpulan artikel kali ini bahwa cara budidaya ikan lele dengan kolam terpal cukup mudah Anda lakukan. Mulai dari mempersiapkan kolam terpal, memilih dan menebar bibit lele, melakukan pemeliharaan sampai masa panen tiba. Secara garis besar sudah saya jelaskan semua diatas. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat khususnya untuk sobat yang sedang belajar dan ingin melakukan budidaya ikan lele. Dan terima kasih sudah berkunjung di aldanpost.com.

Posting Komentar untuk "Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Untuk Pemula"

Berlangganan via Email